Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘My Activity’ Category


attitude quote bruce lee

Mata kuliah ini adalah mata kuliah baru di semester ini, merupakan pengembangan dari salah satu materi dari mata kuliah Personality Development yang sebelumnya saya ampu.

Character building khususnya, lebih menitik beratkan kajiannya pada bagaimana mahasiswa mengembangkan semua potensi kebaikan yang ada didalam dirinya, untuk membangun konsep dirinya secara utuh, dimulai dari memahami dirinya, memahami prosesnya penciptaannya, memahami tujuan penciptaannya, memahami bagaimana posisinya di dunia ini dan bagaimana memaksimalakn kemanfaatannya bagi manusia lain.  Dengan demikian, diharapkan mahasiswa mengetahui  bagaimana mereka harus berkembang dan bergerak, terus bertumbuh untuk mewujudkan apa yang menjadi tujuan penciptaannya di dunia ini. Sehingga pada gilirannya nanti, mereka akan mampu menggantikan para orang tua dan pemimpin yang sekarang ada, mampu mengelola diri, bangsa dan negaranya dengan seluruh potensi kebaikan yang mereka punya. Semoga.

Secara sepintas, mata kuliah ini masih berkaitan dengan mata kuliah Personality Development dibeberapa subjek dan mata kuliah Psychology and Professional Ethics di subjek yang lain.

 

1st Character

2nd Memahami Hakikat Manusia

3rd Character and Personality

4th Proses Pembentukan Karakter Dalam Diri Manusia

5th Menghormati Diri Sendiri

6th Respect yourself and Respect Others

7th Peduli Lingkungan

8th Honesty

Worksheet Kelola Dirimu!

Personality Development

Psychology (of Work) and Professional Ethics

Discipline and Responsibility11

 

Read Full Post »


College_Student_Graduation1

 

Mempersiapkan masa depan bagi pada lulusan sekolah, baik SMA/K, akademi maupun perguruan tinggi, bisa dimulai dengan membuat perencanaan karir di masa sekolah.

Slide berikut ini, berisi tahapan-tahapan yang bisa dipelajari oleh para fresh graduate, sebelum mereka memulai mengembangkan dan membangun karir profesionalnya.

Selamat membaca.

Perencanaan Karir dan Kita Sukses Menghadapi Psikotes

Read Full Post »


Materi dalam tulisan ini, adalah materi-materi yang saya sampaikan dalam mata kuliah Psychology and Professional Ethics.

Psychology and Profession Ethics

Psychological Service to the Customer

Discipline, efficiency, Effectivity and Work Productivity

Career of work

Conflict and Work Stress

The Essential of Work

Profession Ethics

Bussines Ethics

work satisfaction

Corporate Social Responsibility

Knowing Customer’s Characters

UNDERSTANDING ETHICS

Read Full Post »


girls
Hampir satu bulan terakhir, setiap minggunya saya bersama tim P2TP2A kabupaten Tasikmalaya, mengunjungi beberapa SMP dan SMA di kecamatan-kecamatan Tasikmalaya untuk memberi penyuluhan kepada siswa-siswinya mengenai pencegahan tindak kekerasan, utamanya kekerasan seksual pada perempuan dan anak.
Perjalanan ini kemudian menghadapkan kami pada kenyataan banyaknya kasus-kasus yang terjadi di wilayah-wilayah kecamatan terpencil di kabupaten Tasikmalaya. Inilah diantara kasus-kasusnya.
Saat ini ada seorang gadis berusia 12 tahun yang didampingi p2tp2a, sedang menunggu detik-detik proses melahirkan anak yang ia kandung, karena pemerkosaan yang dilakukan ayah temannya terhadapnya.
Seorang remaja kelas 3 SMA, tidak bisa ikut UN karena tepat dua minggu sebelum UN, orang tuanya baru mengetahui bahwa putrinya sedang mengandung enam bulan. Dengan kondisi tidak mengenal secara pasti dan mengetahui keberadaan anak laki-laki yang membuat putrinya hamil, karena putrinya hanya mengenalnya melalui facebook, dan baru dua kali bertemu langsung.
Seorang remaja kelas 2 SMP, di suatu malam minggu datang berkelompok dengan teman-temannya untuk menonton acara musik di kota. Saat akan pulang, ia terpisah dari teman-temannya, sehingga tidak tahu jalan pulang, alat komunikasinya habis baterei. Seorang remaja laki-laki ‘baik’ datang menawarkan bantuan. Ia kemudian menghilang selama dua malam. Saat ditemukan oleh seorang tentara, ia dalam keadaan tidak sadar, tergolek tidak berdaya, sendirian di hutan wilayah kabupaten Tasikmalaya, yang sangat jauh dari rumahnya. Hasil visum dokter menunjukkan organ reproduksinya luka.
Ada tiga kasus buang bayi hasil hubungan seksual pranikah di wilayah ujung selatan Tasikmaya. Sebelumnya di wilayah yang sama, ada kasus pelecehan seksual dan percobaan pembunuhan yang dilakukan seorang remaja berusia 18 tahun terhadap anak perempuan berusia lima tahun.
Di wilayah yang lain, ada kasus remaja perempuan yang melahirkan sendirian di kamar mandi umum, sehingga bayinya tidak tertolong dan ia mengalami infeksi di rahimnya.
Dan banyak kasus-kasus lain, dengan kisah yang berbeda tetapi temanya sama. Kekerasan terhadap perempuan. Kasus-kasus ini sedikitnya adalah gambaran dari fenomena iceberg pada kenyataannya di lapangan.
Diskusi dengan para korban dan keluarganya, memberi pelajaran pada saya:
1. Pentingnya mengajari dan membangun harga diri/konsep diri yang positif pada anak-anak perempuan kita. Anak-anak yang tumbuh dengan harga diri positif, mengetahui dengan pasti bahwa dirinya berharga dan berarti. Sehingga ia tidak akan mudah memposisikan dirinya pada situasi direndahkan dan tidak dihargai oleh orang lain. Ia akan tumbuh dengan keyakinan bahwa ia laksana keramik cina ‘a chinese porcelain’. Ia harus dihargai, dilindungi, dan diperlakukan dengan hormat dan hati-hati. Karena retak sedikit saja harga dirinya, maka ia akan menghayati diri sebagai tidak berarti dan bertingkah laku seperti orang yang tidak berharga.
2. Pentingnya mengajari dan mengembangkan kemampuan menilai situasi dan melindungi diri. Kemampuan melindungi diri secara fisik dalam pengertian keahlian bela diri bisa membantu, namun lebih penting dari itu adalah anak-anak perempuan yang memang secara neurologis memiliki kemampuan intuisi yang lebih tajam dibandingkan laki-laki perlu didorong untuk selalu mempercayai intuisinya ketika berada di situasi-situasi yang belum dikenal dan dirasa membahayakan. Kemampuan antisipasinya menjadi berkembang dan ia selalu berada dalam keadaan tenang tetapi waspada.
3. Kedekatan secara fisik dan (terutama) emosional antara orang tua anak harus terus dibangun secara positif. Jangan sampai ada kekosongan di hati anak-anak kita. Oprah Winfrey menyebutnya sebagai ‘an empty hole in their hearts’. Anak-anak yang mengalami dan merasakan kekosongan di hatinya akan mencari cara untuk mengisi kekosongan itu. Dan sering kali cara yang mereka pilih sangat beresiko, bahkan membahayakan. Namun mereka tidak menyadari itu.
4. Kesadaran akan salah satu fungsi keluarga, yaitu fungsi kontrol terhadap perilaku dan keberadaan anak-anak di rumah, harus kembali ditegakkan dan diefektifkan. Orang tua jangan segan-segan dan tidak boleh merasa bosan setiap harinya untuk memastikan kondisi fisik dan emosional anak-anaknya. Ayo mengobrol dan berdiskusilah setiap hari dengan anak-anak.
Wallahu a’lam.
sexual-harassment-3

Read Full Post »


Mengapa mampu mengelola diri sendiri penting untuk remaja?

“Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan segala sesuatu dimuka bumi dalam keadaan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka selamatkanlah kami dari siksa neraka” (QS. Ali Imran; 191)

 

Materi-materi dalam tulisan ini adalah materi kuliah Personality Development yang saya ampu di LP3I Tasikmalaya. Selama kurang lebih 5 tahun menyampaikan materi ini kepada mahasiswa-mahasiswa baru yang notebene adalah remaja berusia antara 17-18 tahun, dan disiapkan untuk menjadi seorang profesional hanya dalam waktu 2 tahun, justru menyadarkan saya bahwa ternyata, memiliki tujuan hidup, mengetahui apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan, dan menyusun strategi untuk bisa mengelola kehidupan dengan berbagai permasalahannya, adalah salah satu soft skill yang sangat penting untuk dimiliki sejak kita muda. Semakin menyadari apa yang kita inginkan dalam hidup, bagaimana meraihnya, bagaimana mengelola dan mengatasi hambatannya agar kita dapat mencapai apa yang kita inginkan, akan mengembangkan semacam kecerdasan dalam diri kita, kecerdasan dalam mengelola dan menghadapi kehidupan. Kecerdasan yang kita butuhkan untuk bisa survive dalam kehidupan yang sangat unpredictable.

Berproses bersama remaja-remaja yang muda, bersemangat, tidak mau berlama-lama sekolah dan hidup dalam teori, kemudian juga menggugah dan mempengaruhi saya bahwa mereka ini adalah anak-anak muda yang sebagian besar sudah tahu betul apa yang mereka inginkan dalam hidup. Mereka ingin segera bekerja baik sebagai pegawai di kantor maupun sebagai entrepreneur, menafkahi diri sendiri, mandiri secara ekonomi dari orang tua, bisa mencicil kendaraan dengan uang sendiri, membantu orang tua membiayai pendidikan adik-adiknya, bisa menabung untuk memberangkatkan orang tua beribadah haji, dll. Mereka punya tujuan-tujuan hidup yang sangat luhur, namun praktis dan terukur, yang ketika saya berada di usia mereka, bahkan belum memikirkannya.

Remaja, anak muda yang punya arah yang jelas akan kehidupannya, akan lebih mungkin terhindar dari masalah-masalah negatif, perilaku yang tidak produktif, tindakan kriminal, atau hidup dalam kesia-siaan. Anak muda yang tahu betul apa yang diinginkannya, akan sibuk dengan berbagai kegiatan dan aktivitas yang memang ia butuhkan untuk meraih cita-citanya. Energinya akan habis dalam kebaikan dan usaha untuk mengejar mimpi-mimpinya, bukan hanya sibuk bermimpi. Maka menjadi jelas ungkapan Presiden Soekarno yang sangat terkenal, “Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kuguncang dunia” tentu yang dimaksud adalah anak-anak muda yang tahu apa yang diinginkannya. Atau jargon yang sekarang sering disosialisasikan oleh dokter muda, dr. Gamal Albinsaid, dari kota Malang, “Muda Mendunia” sangat mungkin untuk dicapai jika remaja-remaja ini menyibukkan dirinya dalam kebaikan dan usaha mewujudkan visi misi hidupnya. Alih-alih sibuk nongkrong di gang sempit sambil bermain gitar fals dan menggoda gadis-gadis yang lewat, atau sibuk pamer kendaraan di jalan hasil kredit orang tuanya.

Maka, mengampu mata kuliah Personality Development, secara tidak disadari ternyata justru mengajari saya, membangunkan kesadaran saya, bahwa hidup harus punya arah dan tujuan sedari muda, sedini mungkin. Agar penciptaan kita oleh Allah yang Maha Kuasa tidak sia-sia, kehadiran kita didunia ini punya makna dan bermakna bagi alam semesta. Minimal keluarga. So proud of you all my students. May Allah bless all of you. Aamiin.

2nd-character

3rd-the-power-of-mind

4th-personality

communication1

communication-and-self-disclosure-2

interpersonal-skill

attitude-and-personality

pencarian-peluang-dan-merencanakan-hidup-dan-karir

etika-busana-dan-tabel-manner2

persiapan-kerja

8th-personality-and-ethics

job-interview

Work Preparation

mind mapping your dream job

Read Full Post »


family2

Bulan Februari kemarin, adalah 5th anniversary saya menjadi seorang psikolog, dan memberanikan diri terjun di dunia profesional sebagai praktisi psikolog. Belum banyak keterampilan dan pengetahuan saya sesungguhnya ketika mulai menceburkan diri di dunia profesi psikologi, tetapi seorang dosen saya yang sangat saya hormati, beliau juga salah satu pembimbing thesis saya, terus menyemangati dan ‘ngomporin’ untuk berani melakukan praktek sebagai seorang profesional jika sudah lulus. “Kamu justru akan lebih banyak belajar dari klien-klienmu, kalau ada kasus yang sulit, kamu ke Bandung ketemu saya dan kita diskusi”, begitu ucap beliau disebuah kesempatan. Dalam beberapa kesempatan mengikuti pelatihan yang beliau selenggarakan, saya memang sengaja menemuinya untuk lapor, hehehe…khususnya untuk kasus-kasus yang saya pikir berat dan butuh second opinion dalam menanganinya.

Maka begitulah, setelah ijin praktek psikolog saya terbit, saya memberanikan diri ‘nongkrong menunggui lapak saya’, untuk mulai perform dan menari bersama-sama dengan kasus-kasus yang datang. Sampai sekarang pun saya masih terus belajar dari guru-guru, teman-teman, para orang tua, klien-klien dan kasus-kasus yang saya hadapi.

Yang saya tulis disini adalah sebagian kecil dari kasus yang pernah saya hadapi, mewakili kasus lain yang senada. Tidak ada maksud lain selain berbagi kisah saja dan mari belajar bersama-sama, semoga ada lebih banyak manfaat yang bisa diambil dan dipelajari, oleh lebih banyak orang yang tidak punya kesempatan menghadapinya.

BELAJAR DARI ORANG TUA KLIEN TK DAN SD
“Saya katakan jujur pada ibu, memang anak saya sedang mengikuti les calistung secara private, pertimbangan kami tahun depan ingin dia sudah bisa masuk SD, jadi harus disiapkan dari sekarang, selain itu saya pikir adalah manusiawi jika kami membandingkan kemampuan anak kami dengan anak-anak lain seusianya ada yang sudah bisa calistung, tidak masalah jika dia berada di posisi terbawah sekalipun dalam kemampuan itu, yang penting dia bisa”

(Seorang ayah dari anak berusia 5 tahun 4 bulan, dengan kondisi pemahaman anak terhadap bentuk geometris dasar masih kurang, kemampuan membedakan kanan kiri/lateralisasi belum ajeg, pengetahuan terhadap warna masih kurang, info dari guru: di kelas anak sering melamun, hayalannya sangat tinggi dan senang mengarang serta melebih-lebihkan cerita )
“Saya pusing Bu, kadang-kadang saya pikir saya tidak bisa dan sudah gagal menjadi seorang ibu, anak saya sering dibanding-bandingkan dengan sepupunya, dia sudah bisa apa, pialanya udah ada berapa di rumah, saya sering kesal bu, kalo saya kesal kadang anak saya saya marahin, soalnya anak saya itu belum bisa apa-apa bu, huruf aja masih belum hapal, warna juga sama, pernah saya kasih benda-benda warna hijau semua, terus saya tanya mana yang warnanya hijau, dia nggak tau juga, Iqro nya masih iqro satu, saya tidak punya pengetahuan tentang ngurus dan ngajarin anak bagaimana, makanya saya sekolahkan, saya les- kan membaca, guru-guru dan orang di tempat les kan lebih tau bu bagaimana mengajari anak”

(Seorang Ibu dari anak laki-laki berusia 4 tahun 11 bulan, info dari guru, anak ini empatinya sangat tinggi, jika ada teman yang menangis atau dipukul oleh teman yang lain, ia-lah yang menghibur temannya tersebut)

Ya ampun Bu, anak saya itu manja banget, apa karena dia anak bungsu ya, padahal secara akademik saya perhatikan dia lebih pintar dari dua kakaknya, dia bisa baca sendiri lewat main game, lebih cepat bisa bacanya daripada kakak-kakaknya, tapi bu di rumah, semua-semua masih harus dilayani, pake kaos kaki aja masih harus dipakein, baju bekas pake, mainan, buku pelajaran masih harus saya yang ngeberesin, terus itu bu…masih aja gelendotan sama saya kalo kemana-mana, terus kalo udah nggak mau sekolah, saya nggak bisa ngapa-ngapain, pernah udah sampe sekolah nggak mau turun dari mobil, nggak mau sekolah katanya, tapi saya suruh turun bilang sendiri ke gurunya kalo lagi nggak mau sekolah dia mau bu, turun bilang ke gurunya, terus pulang lagi, di rumah padahal nggak ngapa-ngapain bu, ngintilin saya aja terus…beberapa kali bu dia kayak gitu…terus kalo udah nanya…nggak pernah berhenti bu, kalo belum puas terus aja nanya, saya suka mati gaya bu, kalo udah ditanya sama dia…hehehe…”
(Seorang Ibu dari anak perempuan berusia 4 tahun 8 bulan)

Barangkali diantara kita ada yang mengalami masalah yang sama atau mengenal beberapa orang yang punya pengalaman yang sama, menghadapi anak-anak usia prasekolah yang menurut kita “belum bisa apa-apa atau tidak bisa apa-apa”. Kita sering kali tidak menyadari bahwa sesungguhnya anak kita bisa melakukan banyak hal, namun kita terlalu fokus pada apa yang ia tidak bisa. Kita lupa mengapresiasi ketika anak-anak kita bisa bermain dengan teman-temannya, bisa bertingkah laku sopan, murah hati dan mau berbagi kepada orang lain, bisa bermain dengan damai dan menyayangi saudara, binatang atau barang-barang milikinya, bersedia mengantri di tempat main, makan sendiri, bisa membersihkan sendiri ketika ke kamar mandi, mengucap salam ketika masuk ke rumah, mencium tangan orang yang lebih tua, mau shalat jum’at di mesjid dll. Kita lupa mengapresiasi dan mengakui, bahwa mereka bisa melakukan sesuatu yang baik.

Kita cenderung mengabaikan apa yang mereka sudah bisa, dan menganggap bahwa hal itu memang sudah seharusnya mereka lakukan. Kita tidak memandangnya sebagai sebuah kemampuan yang berarti dan pantas dihargai. Padahal, softskill semacam itulah justru keterampilan yang akan mereka gunakan seumur hidupnya. Bekal attitude dan kemampuan yang pada tahap usia berapapun akan sangat mereka butuhkan untuk bisa berhasil dalam hidupnya. Seringkali kita menganggapnya bukan sesuatu yang istimewa dibandingkan bisa membaca dan punya banyak piala.

Dan standar kompetensi pendidikan anak prasekolah, memang bukan tentang kemampuan akademik.

Saya pikir, taman kanak-kanak dan sekolah dasar, mestinya adalah fondasi, sebuah alas, blue print, gambaran awal yang kita siapkan pada anak tentang sekolah dan pendidikan formal. Masih ada belasan tahun ke depan, waktu sekolah yang serius yang harus mereka jalani. Kita ingin anak-anak punya ingatan yang positif dan pengalaman yang menyenangkan tentang sekolah, supaya ketika nanti mereka ‘benar-benar sekolah’, mereka akan happy dan bersemangat menjalaninya.

Jika di TK dan SD anak-anak tidak mendapatkan pengalaman menyenangkan tentang sekolah, justru sekolah dihayati sebagai institusi yang menekan, menakutkan, bikin capek dan membuat malas, lalu bagaimana mereka akan bersemangat dan senang menempuh pendidikan selanjutnya, yang justru lebih penting dalam menentukan kehidupan mereka di masa yang akan datang.

BELAJAR DARI ORANG TUA KLIEN REMAJA

Saya tidak mengerti Bu, anak saya sekarang sulit sekali diatur, apa yang kami ingin dan suruh dia tidak lakukan, apa yang kami larang malah dia lakukan, beberapa kali dia pernah mencuri uang saya, suka berbohong, berhutang pada orang lain, dan pernah dua kali memakai kendaraan tanpa ijin, padahal dia tidak punya SIM, pake motor aja saya larang, ini malah bawa kabur mobil, saya kehabisan cara menghadapinya Bu”
(Seorang ayah, dari anak berusia 15 tahun, kelas 1 SMA)

Cucu saya tidak bisa bergaul, tidak berani pergi kemana-mana, sering dimanfaatkan temannya, study tour tidak pernah ikut karena dia tidak bisa makan sembarangan, ke kamar mandi juga tidak bisa sembarangan, di rumah sering marah-marah nggak jelas, diajak bicara baik-baik tidak bisa, diam saja atau marah-marah dan membentak-bentak, sudah dua minggu ini dia menolak untuk sekolah”
(Seorang kakek dari anak perempuan berusia 14 tahun, kelas 2 SMP)

“Anak saya sudah bolak-balik di panggil guru BK, saya adalah tamu rutin ruang BK Bu, dia sering bolos sekolah, padahal dari rumah dia selalu berangkat tapi sering tidak sampai di sekolah, nyangkut di bengkel, di warnet atau di kantin. Pernah kabur dua kali tidak pulang ke rumah gara-gara motornya saya sita, motornya suka dioprek bu, masih baru diganti ini itu sampe jadi rongsokan, itu dipengaruhi sama gank-nya bu, gank-nya itu remaja yang diatas umurnya dan pengangguran, sekolah nggak, kerja juga nggak. Sekarang saya tahu tempat dia nongkrong dimana aja bu, base camp-nya saya tau, pentolan gank-nya saya tau, saya punya nomer telepon mereka semua, pernah saya datangi dan ancam segala, kalo macem-macem sama anak saya, saya akan lapor polisi, anak saya bukannya takut dan nurut sama saya bu, malah lebih berani lagi, bahkan sekarang sudah berani membentak dan melawan saya jika saya marahi”
(seorang Ibu dari anak laki-laki usia 12 tahun, kelas 1 SMP)

Yang khas dari klien remaja dan orang tua para remaja adalah, pola komunikasi dan pola pendekatan dalam mengasuh mereka. Begitu anak tumbuh dan berkembang, semestinya pola pengasuhan kita pun tumbuh dan berkembang sesuai perkembangan anak-anak. Pola komunikasi yang menuntut, mengarahkan tanpa memberi kebebasan, harus ini harus itu, yang bisa diterima oleh anak-anak diusia yang lebih muda, semestinya berubah menjadi lebih lentur dan luwes ketika mereka beranjak remaja.

Memasuki remaja, ada banyak perubahan drastis pada anak kita, diantara yang paling khas adalah perkembangan dalam kemampuan berpikir dan membuat keputusan, juga tentang bagaimana anak-anak menampilkan dirinya di lingkungan. Anak harus selalu dilibatkan dalam membuat keputusan yang berkaitan dengan kehidupan mereka. Peraturan adalah sesuatu yang harus bisa didiskusikan, termasuk juga dalam menentukan konsekuensi dari pelanggarannya.

Pernah dalam satu sessi konseling saya menghadapi remaja, yang menurut orang tuanya ia bermasalah, namun ia sendiri merasa baik-baik saja.

Klien: “Bu, berapa lama biasanya ibu konseling sama klien ibu?”
Saya: “ tergantung, bisa 1 jam, atau kurang atau maksimal 2 jam, kenapa?”
Klien: “Ya udah bu, saya numpang main game sama baca buku ya disini, ibu kerjain aja kerjaan ibu yang lain, saya nggak akan ganggu ibu, ntar satu jam lagi saya selesai, anggap aja kita udah konseling, gimana bu?”
Saya: “ Oke, sambil ngobrol boleh nggak?”
Klien: “boleh bu”
Saya: “orang tuamu pikir kamu bermasalah dan perlu bantuan saya”
Klien: “Saya pikir orang tua saya yang bermasalah bu, saya mah baik-baik aja, mereka aja yang nggak nyambung sama saya”
Saya: “kalo kamu merasa nyambung sama orang tuamu?”
Klien: “Nggak juga bu, tapi saya biasa-biasa aja, ortu saya nggak ngerti saya bu, tapi bodo amat ah..saya sih asik-asik aja..hehehe…”

Lalu, selama satu jam lebih kami mengobrol sambil melakukan kegiatan kami masing-masing, dan diakhir pembicaraan kemudian, klien remaja saya ini mengucapkan terima kasih karena saya sudah mau mengobrol dengannya, dan membiarkan dia melakukan apa yang ingin dia lakukan di ruang konseling saya.

Remaja memang unik, jika ada yang mengatakan bahwa proses parenting, membesarkan dan mengasuh anak adalah proses wiring, menyambungkan kabel-kabel sistem syaraf otak anak hingga terhubung dengan sempurna di usia 25 tahun, maka menyambungkan kabel syaraf di usia remaja adalah yang proses menyambungkan yang paling kompleks. Secara neurologis, saat remaja inilah otak mengalami ledakan perkembangan yang sangat dahsyat. Ledakan perkembangan otak remaja umumnya mulai di usia 13 tahun dan selesai sempurna di usia 25 tahun. Itu sebabnya remaja tingkah lakunya menjadi sulit ditebak, menentang, mengamuk, marah-marah tidak jelas dan senang melakukan tindakan-tindakan yang beresiko tinggi. Dalam ledakan perkembangan itu otak remaja mengalami pemangkasan sambungan sel sel otak yang tidak perlu, namun juga mengalami penguatan sambungan sel-sel otak yang sering ia pakai.

Proses penyambungan syaraf-syaraf otak ini berlangsung dari bagian belakang otak ke arah depan, berturut-turut mulai dari cerebellum (otak kecil) tempat koordinasi motorik fisik, amygdala tempat pengontrol emosi, nucleus acumbens tempat pengontrol motivasi, dan bagian terdepan yaitu daerah prefrontal cortex, area judgment kemampuan menilai situasi, yang mengontrol reasoning (penalaran) and impulses (dorongan). Area prefrontal cortex ini adalah area yang paling matang belakangan yaitu ketika manusia menginjak 25 tahun. Karena itu, jika remaja tampak kacau, tingkah lakunya menyulitkan, susah dipahami, satu-satunya alasan mengapa mereka seperti itu, ya karena mereka REMAJA. Otaknya ‘salah’. Itu saja. Perkembangan otaknya memang sedang meledak, dimana-mana dan pada peristiwa apa saja jika terjadi sebuah ledakan, tentu ada banyak masalah yang muncul. Begitu pula dalam hidup remaja.

Maka menemani remaja, biasanya menjadi masa paling sulit pada periode pengasuhan, setelah kita mengalami itu juga ketika anak memasuki usia 3 tahun. Ini seperti siklus berulang. Tetapi tenang saja, akan ada masanya periode strum and drung, topan dan badai ini berlalu, lalu mereka akan tumbuh menjadi manusia-manusia yang matang dan bertanggung jawab dalam hidupnya.

Selamat menari bersama anak-anak Bapak Ibu, dan nikmatilah tarian itu pada setiap babak dan episodenya!
Wallahu a’lam bish-shawabi.

family4

Read Full Post »


Diskusi Parenting 4 – Masjid Perum Situ Gede Indah

parenting class 4

Read Full Post »


prabowo jokowi

Hmmm…Geregetan banget sama hiruk pikuk saling membuka aib dan kesalahan masa lalu orang lain berkaitan dengan pemilu capres Juli mendatang. Mereka yang menghujat kubu lawannya, udah kayak orang kekurangan kesalahan aja, berghibah dan memfitnah sana sini. Dan mereka yang membabi buta membela jagoannya, udah kayak orang yang tahu dari lahir, tumbuh bareng-bareng dan kenal luar dalam orang yang dibelanya aja. Empet banget. Kalo kata orang Betawi.

Saya sendiri, tidak terlalu peduli dengan hasil survey, (wong yang survei juga dibayarin kok sama yang minta nyurvei, jangan-jangan yang disurvey ya dibayar juga sama yang minta nyurvei… wkwk!), kampanye hitam, kampanye putih, apalagi pencitraan dan debat di tv sekalipun, karena menurut saya semuanya itu non reality show, bukan reality show ya…hasil setting-an, sama kayak artis pengen ngetop, bikin berita setting-an, jadi gak terlalu signifikan juga mempengaruhi pilihan saya.

Saya sudah buat keputusan siapa presiden yang akan saya pilih jauh sebelum hiruk pikuk ini dimulai, saya lebih percaya feeling dan getaran hati saya yang bilang, “wah keren nih kalo dia jadi presiden!”, done. Begitu aja, sampai sekarang juga saya masih konsisten dengan pilihan saya itu. Tinggal nanti pada tanggal 9 Juli, malamnya istikharah, baca do’a dan baca bismillah sebelum nyoblos surat suara, supaya pilihan saya direstui sama Allah.

Jadi nanti, Kalo ternyata pilihan saya gak sekeren yang saya pikir, ya..itu urusan dia sama Tuhan-lah, bukan urusan saya. Yang penting saya sudah melaksanakan tugas saya untuk ikut kontribusi mengubah nasib bangsa ini, sesuai kapasitas saya sebagai warga negara, yang disemangati oleh  perintah Tuhan saya, di Qur’an Surat Ar-Ra’d: 11.  “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”. Aamiin.

Saya ingin bangsa ini lebih baik, dengan memiliki calon presiden yang saat ini saya pikir bisa mengubah keadaan menjadi lebih baik. Bismillah…

Kalo mau dibuat sederhana, semua keributan ini sebetulnya juga bisa kok dibuat gak serame ini. Cuma, media baik elektronik maupun cetak, pasti gak akan bikin proses ini jadi sederhana, lah wong bisnis mereka kan memang meramu berita paling buruk menjadi semakin buruk supaya medianya laku. Bad news is good news katanya. Semakin bad seseorang ya semakin good-lah  buat bisnis mereka. Sesederhana itu.

Bagusnya buat saya, walaupun puyeng bin empet ngikutinnya, adalah keributan ini jadi mendorong saya jadi agak banyak baca dan lumayan rajin cari tahu tentang track record keduanya. Nah, inilah sedikit hasil belajar politik  kelas playgroup, yang saya dapat dari beberapa media. Saya bahas sesuai no urut capres ya…

Prabowo

Kesalahan terbesar Prabowo adalah terlibat penculikan aktivis tahun 1998. Isu ini pasti menarik kalo dijual oleh kubu lawan politiknya sekarang. Padahal dulu lawan politiknya, berpasangan sama beliau maju di pemilu capres yang dimenangkan SBY. Hehehe…tuh kan tos rieut diawal mula ge…kalo kata orang sunda. Kenapa dulu mau nyalon sama Prabowo kalo memang dia bermasalah ya…gagaro teu ateul jadina mah kalo kata orang sunda lagi. Tolonglah kalo mau, dijawab dulu masalah ini biar clear oleh kubu lawannya, kenapa sekarang jadi masalah, dulu nggak?

Jadi kalo menurut saya, kalo isu ini sekarang dimunculkan lagi, lebih banyak muatan politiknya, daripada niat penegakkan hukum dan HAM-nya. Terus, hasil dari kesalahan ini adalah, Prabowo sudah diberhentikan dari karir militernya yang sangat cemerlang, linknya ada disini www.tempo.co.read/news/…/ini-alasan-Prabowo-Dipecat-Sebagai-perwira , atau http://m.kompasiana.com/post/read/659550/1/benarkah-prabowo-dipecat-dari-tni-karena-penculikan.html , lalu terusir dari negara ini, sampe pernah ditawarin jadi warga negara Jordania, tapi dia gak mau, dan diatas semua itu, dia kehilangan istri dan anaknya, dipaksa bercerai, dan dianggap berkhianat  oleh keluarga besar istrinya.  Saya pikir, kalo secara norma sosial, kelihatannya, Prabowo sudah menerima konsekuensi dari keterlibatannya,  itu menurut saya loh.  Walaupun secara hukum positif mungkin belum. Sementara atasannya, ga ada yang menerima konsekuensi apapun tuh dari apa yang dilakukan Prabowo. Padahal kalo di militer kan jelas komandonya ada dimana.

Eh, yang menarik adalah,  salah dua dari atasan Prabowo itu, pernah pengen nyalon jadi capres loh…tapi dua-duanya gak berhasil, yang satunya bahkan sampe dua kali nyapres, dan dua kali gagal. Ayo… jangan sok naif, masa sih keduanya, sedikiiiiiit….aja gada iri bin sirik, ngeliat anak buah yang mereka berhentikan itu, sekarang mau jadi capres dan laku. Dan menariknya lagi, keduanya sekarang ada di kubu yang bersebrangan dengan Prabowo. Tet..Tot!

Coba cek disini http://www.merdeka.com/politik/mantan-pangdam-v-brawijaya-prabowo-korban atau  https://www.facebook.com/mashikam/post/373163209311#newsfeedheading  atau http://m.kaskus.co.id/thread/537ec6ffc807e794698b4599/membuka-tabir-keterlibatan-wiranto/

Nah lalu, aktivis-aktivis yang diculik Prabowo, kan udah dilepaskan, sekarang masih pada hidup, diantaranya adalah Pius Lustrilanang yang kemudian masuk gerindra, sekarang duduk manis di Banggar DPR, Desmon J. Mahesa juga ikut Prabowo di Gerindra, Haryanto Taslam, masih nongkrong di PDIP, dan Andi Arif (ini yang jadi  salah satu staf ahli presiden SBY bidang bencana bukan ya?). Tinggal ditanyalah sama mereka. Kayak apa sih Prabowo waktu nyulik mereka, mereka diapain, kok bisa dilepasin, supaya kita tahu. Mungpung mereka masih hidup, jadi bisa kita dengar langsung dari saksi korban yang betul betul real, bukan korban jadi-jadian. Ayo dong media, minta mereka bicara, biar masyarakat tahu dan koran/ TV anda laku!. Kalo Pius sudah ngomong disini https://id.berita.yahoo.com/pius-lustrilanang-sebagai-korban-penculikan-saya-merasa-terhina, atau http://www.tempo.co/read/news/2013/10/28/078525234/Pernah-Diculik-Pius-Prabowo-Tak-Bersalah,  kita tunggu yang lain, pada mau ngomong ga? Katanya pengen dibuka sejelas-jelasnya kasus ini.

Jokowi

Kesalahan besar jokowi kalo menurut saya adalah, dia dua kali tidak menyelesaikan mandat yang diberikan rakyat kepadanya. Satu mandat rakyat Solo, karena seharusnya masa jabatan beliau di Solo kan baru berakhir 2015. Dan satu lagi mandat rakyat di Jakarta, wong jadi gubernurnya juga baru sebentar, langsung naik tingkat, pengen jadi capres. Padahal sumpah jabatan baik sebagai Walikota Solo maupun sebagai Gubernur Jakarta, kan dilakukan dibawah Qur’an, diawali dengan kata “Demi Allah saya bersumpah….dst”,  redaksionalnya ada disini http://www.djpp.kemenkumham.go.id/arsip/bn/2013/bn824-2013lamp.pdf  disaksikan oleh negara dan rakyat.

Nah itu pengkhianatan tertinggi kalo menurut saya. Kesalahan besar juga, walaupun dia gak nyulik orang.  Tuhan, kitab suci, dan rakyatnya, semua dia khianati. Baiknya sih para pendukung juga menanyakan ini,  apakah bisa  yakin, kalo Jokowi  gak bakal berkhianat dengan sumpah dan janjinya sekarang. Padahal dua kali dikasih mandat, dua kali tidak dia penuhi sampai selesai. Kalo kata agama saya,  diantara  ciri-ciri orang munafik adalah jika dipercaya khianat dan jika bicara dia berdusta. Nah….pegimana tuh.  Tolong kasih penjelasan dong!

Sayangnya, kok Kubu Prabowo gak nyerang jokowi dengan ini ya waktu debat kemarin, padahal kubu Jokowi nyerang Prabowo langsung dengan kesalahan terbesarnya, wkekeke…..(saya sih ga nonton acaranya waktu itu, saya milih nonton acara tv lokal yang menyiarkan acara kecapi suling dan tembang sunda).  Males aja rasanya nonton acara debat boongan kayak gitu dan hasilnya gak ngaruh juga sama pilihan saya.

Padahal kayaknya bakal menarik tuh, untuk bisa tahu apa pendapat dan pembelaannya mengenai hal ini. Jokowi bilang kan, demokrasi itu mendengarkan rakyat, bicara dengan rakyat, makanya metode demokrasinya, demokrasi blusukan. Kalo tugasnya bicara  dengan rakyat selama lima tahun baik di Solo maupun di Jakarta, belum dia selesaikan, itu gimana? Norma dan hukum apa yang dilanggar? Hehee…Masih adalah sedikit hubungannya dengan tema debat kemarin tentang Membangun Demokrasi, Pemerintahan yang bersih dan penegakkan hukum, hihihi.. maksa.com.

Sambil berkhayal, Saya coba rumuskan kira-kira pertanyaannya mungkin begini, “Menurut anda Pak Jokowi, apa sebutan bagi seorang pemimpin yang sudah diberi mandat oleh rakyat, kemudian dia tinggalkan mandat itu untuk meraih kekuasaan yang lebih besar?”. Terus Pengen tahu juga, kira-kira mau jawab apa JK kalo pertanyaannnya kayak gini, “Pak JK rencana pengelolaan negara seperti apa yang sudah anda siapkan, jika anda berpasangan dengan seorang pemimpin yang pernah anda sebut akan hancur kalo dia jadi presiden?”, linknya ada disini http://nasional.inilah.com/read/detail/2103813/hancur-kita-kalau-jokowi-jadi-capres.

Nah, Jadi kesimpulannya kalo menurut saya, dua-dua pasangan itu manusia biasa kok, punya kekurangan dan kesalahan, kayak kita aja, bukan malaikat yang suci dan bersih. Jadi cara ngedukungnya,  ya biasa-biasa aja keles…jangan lebay gitu kalo kata ABG sekarang mah… hehehe….

Wallahu a’lam Bishshowwab

Daripada lieur, mending liat senyum Caesar aja ah….

caesar keep smile

(Tulisan ini dibuat untuk lucu-lucuan aja, dalam rangka mengurangi stres saya yang sedang stres pilih materi dan menyusun makalah, untuk presentasi seminar stres hari minggu besok, ah…stres…kau memang bikin stres!)

Read Full Post »


Diskusi Parenting 2 – masjidParenting Class Here and There

Ceramah Parenting ini dilaksanakan pada Forum Pengajian Ibu-ibu Ta’lim Nisa di Masjid Jami Al Muhyi – Tasikmalaya

Read Full Post »


Diskusi Parenting 3 – PesantrenParenting Class Here and There

Kegiatan Ceramah Parenting ini dilaksanakan di Pesantren Mathlaul Khaer Cintapada Tasikmalaya

Read Full Post »

%d blogger menyukai ini: