Feeds:
Pos
Komentar

Webinar dengan SD Baiturrahman Tasikmalaya

Sosialisasi Mengenai Kematangan Masuk SD dan Strategi Mendampingi Anak Belajar di Rumah, disampaikan pada kegiatan Penerimaan Siswa baru dan Penandatanganan MoU Dengan Orang Tua


Webinar dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Tasikmalaya

Materi yang saya sampaikan adalah Pendewasaan Usia Perkawinan Anak: Perspektif Psikologi, Sosial dan Agama

Self Love Vs Insecurity


Diskusi dengan Pers Mahasiswa Universitas Siliwangi Tasikmalaya, tentang Self Love Vs Insecurities

Part 1 https://www.youtube.com/watch?v=w5Lqj1DZ1uQ

Part 2 https://www.youtube.com/watch?v=6lUTtGPhILM

Part 3 https://www.youtube.com/watch?v=l_yK1GnOtlA


Diskusi tentang menikah dengan priangan.com


Link dibawah ini adalah materi-materi mata kuliah psikologi kerja dan etika profesi dalam format video.

Selamat Belajar

  1. Apa itu PPE https://www.youtube.com/watch?v=k7wzu6yUtJo&list=PLQOVD46zSPBjSxOQP2EDIytvJvbXAjpaC&index=1
  2. Job Satisfaction https://www.youtube.com/watch?v=kHbi-ewthwo&list=PLQOVD46zSPBjSxOQP2EDIytvJvbXAjpaC&index=2
  3. Disiplin, Efisiensi, Efektivitas dan Produktivitas Kerja https://www.youtube.com/watch?v=tuVL2AIg_Cc&list=PLQOVD46zSPBjSxOQP2EDIytvJvbXAjpaC&index=3
  4. Konflik dan Stres Kerja https://www.youtube.com/watch?v=9hlRZhowyD8&list=PLQOVD46zSPBjSxOQP2EDIytvJvbXAjpaC&index=4
  5. Psikologi Pelayanan Terhadap Pelanggan https://www.youtube.com/watch?v=Wcm4SDaYz6A&list=PLQOVD46zSPBjSxOQP2EDIytvJvbXAjpaC&index=5
  6. Mengenal Karakter Pelanggan https://www.youtube.com/watch?v=u5jYtPFal0w&list=PLQOVD46zSPBjSxOQP2EDIytvJvbXAjpaC&index=6
  7. Karir Kerja https://www.youtube.com/watch?v=UE8t0b7E_ZE&list=PLQOVD46zSPBjSxOQP2EDIytvJvbXAjpaC&index=7
  8. Pengertian Etika https://www.youtube.com/watch?v=3O3UzvvFvsU&list=PLQOVD46zSPBjSxOQP2EDIytvJvbXAjpaC&index=8
  9. Corporate Social Responsible (CSR) https://www.youtube.com/watch?v=y7wVwXYsw-8&list=PLQOVD46zSPBjSxOQP2EDIytvJvbXAjpaC&index=9
  10. Nilai-nilai Dasar Etika https://www.youtube.com/watch?v=xrWsx-QB1y0&list=PLQOVD46zSPBjSxOQP2EDIytvJvbXAjpaC&index=10

Parenting dan LGBT


Character Building


attitude quote bruce lee

Mata kuliah ini adalah mata kuliah baru di semester ini, merupakan pengembangan dari salah satu materi dari mata kuliah Personality Development yang sebelumnya saya ampu.

Character building khususnya, lebih menitik beratkan kajiannya pada bagaimana mahasiswa mengembangkan semua potensi kebaikan yang ada didalam dirinya, untuk membangun konsep dirinya secara utuh, dimulai dari memahami dirinya, memahami prosesnya penciptaannya, memahami tujuan penciptaannya, memahami bagaimana posisinya di dunia ini dan bagaimana memaksimalakn kemanfaatannya bagi manusia lain.  Dengan demikian, diharapkan mahasiswa mengetahui  bagaimana mereka harus berkembang dan bergerak, terus bertumbuh untuk mewujudkan apa yang menjadi tujuan penciptaannya di dunia ini. Sehingga pada gilirannya nanti, mereka akan mampu menggantikan para orang tua dan pemimpin yang sekarang ada, mampu mengelola diri, bangsa dan negaranya dengan seluruh potensi kebaikan yang mereka punya. Semoga.

Secara sepintas, mata kuliah ini masih berkaitan dengan mata kuliah Personality Development dibeberapa subjek dan mata kuliah Psychology and Professional Ethics di subjek yang lain.

 

 

2nd Memahami Hakikat Manusia

3rd Character and Personality

4th Proses Pembentukan Karakter Dalam Diri Manusia

5th Menghormati Diri Sendiri

6th Respect yourself and Respect Others

7th Peduli Lingkungan

8th Honesty

Worksheet Kelola Dirimu!

Personality Development

Psychology (of Work) and Professional Ethics

Discipline and Responsibility11

 


College_Student_Graduation1

 

Mempersiapkan masa depan bagi pada lulusan sekolah, baik SMA/K, akademi maupun perguruan tinggi, bisa dimulai dengan membuat perencanaan karir di masa sekolah.

Slide berikut ini, berisi tahapan-tahapan yang bisa dipelajari oleh para fresh graduate, sebelum mereka memulai mengembangkan dan membangun karir profesionalnya.

Selamat membaca.

Perencanaan Karir dan Kita Sukses Menghadapi Psikotes


Materi dalam tulisan ini, adalah materi-materi yang saya sampaikan dalam mata kuliah Psychology and Professional Ethics.

Psychology and Profession Ethics

Psychological Service to the Customer

Discipline, efficiency, Effectivity and Work Productivity

Career of work

Conflict and Work Stress

The Essential of Work

Profession Ethics

Bussines Ethics

work satisfaction

Corporate Social Responsibility

Knowing Customer’s Characters

UNDERSTANDING ETHICS


girls
Hampir satu bulan terakhir, setiap minggunya saya bersama tim P2TP2A kabupaten Tasikmalaya, mengunjungi beberapa SMP dan SMA di kecamatan-kecamatan Tasikmalaya untuk memberi penyuluhan kepada siswa-siswinya mengenai pencegahan tindak kekerasan, utamanya kekerasan seksual pada perempuan dan anak.
Perjalanan ini kemudian menghadapkan kami pada kenyataan banyaknya kasus-kasus yang terjadi di wilayah-wilayah kecamatan terpencil di kabupaten Tasikmalaya. Inilah diantara kasus-kasusnya.
Saat ini ada seorang gadis berusia 12 tahun yang didampingi p2tp2a, sedang menunggu detik-detik proses melahirkan anak yang ia kandung, karena pemerkosaan yang dilakukan ayah temannya terhadapnya.
Seorang remaja kelas 3 SMA, tidak bisa ikut UN karena tepat dua minggu sebelum UN, orang tuanya baru mengetahui bahwa putrinya sedang mengandung enam bulan. Dengan kondisi tidak mengenal secara pasti dan mengetahui keberadaan anak laki-laki yang membuat putrinya hamil, karena putrinya hanya mengenalnya melalui facebook, dan baru dua kali bertemu langsung.
Seorang remaja kelas 2 SMP, di suatu malam minggu datang berkelompok dengan teman-temannya untuk menonton acara musik di kota. Saat akan pulang, ia terpisah dari teman-temannya, sehingga tidak tahu jalan pulang, alat komunikasinya habis baterei. Seorang remaja laki-laki ‘baik’ datang menawarkan bantuan. Ia kemudian menghilang selama dua malam. Saat ditemukan oleh seorang tentara, ia dalam keadaan tidak sadar, tergolek tidak berdaya, sendirian di hutan wilayah kabupaten Tasikmalaya, yang sangat jauh dari rumahnya. Hasil visum dokter menunjukkan organ reproduksinya luka.
Ada tiga kasus buang bayi hasil hubungan seksual pranikah di wilayah ujung selatan Tasikmaya. Sebelumnya di wilayah yang sama, ada kasus pelecehan seksual dan percobaan pembunuhan yang dilakukan seorang remaja berusia 18 tahun terhadap anak perempuan berusia lima tahun.
Di wilayah yang lain, ada kasus remaja perempuan yang melahirkan sendirian di kamar mandi umum, sehingga bayinya tidak tertolong dan ia mengalami infeksi di rahimnya.
Dan banyak kasus-kasus lain, dengan kisah yang berbeda tetapi temanya sama. Kekerasan terhadap perempuan. Kasus-kasus ini sedikitnya adalah gambaran dari fenomena iceberg pada kenyataannya di lapangan.
Diskusi dengan para korban dan keluarganya, memberi pelajaran pada saya:
1. Pentingnya mengajari dan membangun harga diri/konsep diri yang positif pada anak-anak perempuan kita. Anak-anak yang tumbuh dengan harga diri positif, mengetahui dengan pasti bahwa dirinya berharga dan berarti. Sehingga ia tidak akan mudah memposisikan dirinya pada situasi direndahkan dan tidak dihargai oleh orang lain. Ia akan tumbuh dengan keyakinan bahwa ia laksana keramik cina ‘a chinese porcelain’. Ia harus dihargai, dilindungi, dan diperlakukan dengan hormat dan hati-hati. Karena retak sedikit saja harga dirinya, maka ia akan menghayati diri sebagai tidak berarti dan bertingkah laku seperti orang yang tidak berharga.
2. Pentingnya mengajari dan mengembangkan kemampuan menilai situasi dan melindungi diri. Kemampuan melindungi diri secara fisik dalam pengertian keahlian bela diri bisa membantu, namun lebih penting dari itu adalah anak-anak perempuan yang memang secara neurologis memiliki kemampuan intuisi yang lebih tajam dibandingkan laki-laki perlu didorong untuk selalu mempercayai intuisinya ketika berada di situasi-situasi yang belum dikenal dan dirasa membahayakan. Kemampuan antisipasinya menjadi berkembang dan ia selalu berada dalam keadaan tenang tetapi waspada.
3. Kedekatan secara fisik dan (terutama) emosional antara orang tua anak harus terus dibangun secara positif. Jangan sampai ada kekosongan di hati anak-anak kita. Oprah Winfrey menyebutnya sebagai ‘an empty hole in their hearts’. Anak-anak yang mengalami dan merasakan kekosongan di hatinya akan mencari cara untuk mengisi kekosongan itu. Dan sering kali cara yang mereka pilih sangat beresiko, bahkan membahayakan. Namun mereka tidak menyadari itu.
4. Kesadaran akan salah satu fungsi keluarga, yaitu fungsi kontrol terhadap perilaku dan keberadaan anak-anak di rumah, harus kembali ditegakkan dan diefektifkan. Orang tua jangan segan-segan dan tidak boleh merasa bosan setiap harinya untuk memastikan kondisi fisik dan emosional anak-anaknya. Ayo mengobrol dan berdiskusilah setiap hari dengan anak-anak.
Wallahu a’lam.
sexual-harassment-3
%d blogger menyukai ini: