Feeds:
Pos
Komentar

family2

Bulan Februari kemarin, adalah 5th anniversary saya menjadi seorang psikolog, dan memberanikan diri terjun di dunia profesional sebagai praktisi psikolog. Belum banyak keterampilan dan pengetahuan saya sesungguhnya ketika mulai menceburkan diri di dunia profesi psikologi, tetapi seorang dosen saya yang sangat saya hormati, beliau juga salah satu pembimbing thesis saya, terus menyemangati dan ‘ngomporin’ untuk berani melakukan praktek sebagai seorang profesional jika sudah lulus. “Kamu justru akan lebih banyak belajar dari klien-klienmu, kalau ada kasus yang sulit, kamu ke Bandung ketemu saya dan kita diskusi”, begitu ucap beliau disebuah kesempatan. Dalam beberapa kesempatan mengikuti pelatihan yang beliau selenggarakan, saya memang sengaja menemuinya untuk lapor, hehehe…khususnya untuk kasus-kasus yang saya pikir berat dan butuh second opinion dalam menanganinya.

Maka begitulah, setelah ijin praktek psikolog saya terbit, saya memberanikan diri ‘nongkrong menunggui lapak saya’, untuk mulai perform dan menari bersama-sama dengan kasus-kasus yang datang. Sampai sekarang pun saya masih terus belajar dari guru-guru, teman-teman, para orang tua, klien-klien dan kasus-kasus yang saya hadapi.

Yang saya tulis disini adalah sebagian kecil dari kasus yang pernah saya hadapi, mewakili kasus lain yang senada. Tidak ada maksud lain selain berbagi kisah saja dan mari belajar bersama-sama, semoga ada lebih banyak manfaat yang bisa diambil dan dipelajari, oleh lebih banyak orang yang tidak punya kesempatan menghadapinya.

BELAJAR DARI ORANG TUA KLIEN TK DAN SD
“Saya katakan jujur pada ibu, memang anak saya sedang mengikuti les calistung secara private, pertimbangan kami tahun depan ingin dia sudah bisa masuk SD, jadi harus disiapkan dari sekarang, selain itu saya pikir adalah manusiawi jika kami membandingkan kemampuan anak kami dengan anak-anak lain seusianya ada yang sudah bisa calistung, tidak masalah jika dia berada di posisi terbawah sekalipun dalam kemampuan itu, yang penting dia bisa”

(Seorang ayah dari anak berusia 5 tahun 4 bulan, dengan kondisi pemahaman anak terhadap bentuk geometris dasar masih kurang, kemampuan membedakan kanan kiri/lateralisasi belum ajeg, pengetahuan terhadap warna masih kurang, info dari guru: di kelas anak sering melamun, hayalannya sangat tinggi dan senang mengarang serta melebih-lebihkan cerita )
“Saya pusing Bu, kadang-kadang saya pikir saya tidak bisa dan sudah gagal menjadi seorang ibu, anak saya sering dibanding-bandingkan dengan sepupunya, dia sudah bisa apa, pialanya udah ada berapa di rumah, saya sering kesal bu, kalo saya kesal kadang anak saya saya marahin, soalnya anak saya itu belum bisa apa-apa bu, huruf aja masih belum hapal, warna juga sama, pernah saya kasih benda-benda warna hijau semua, terus saya tanya mana yang warnanya hijau, dia nggak tau juga, Iqro nya masih iqro satu, saya tidak punya pengetahuan tentang ngurus dan ngajarin anak bagaimana, makanya saya sekolahkan, saya les- kan membaca, guru-guru dan orang di tempat les kan lebih tau bu bagaimana mengajari anak”

(Seorang Ibu dari anak laki-laki berusia 4 tahun 11 bulan, info dari guru, anak ini empatinya sangat tinggi, jika ada teman yang menangis atau dipukul oleh teman yang lain, ia-lah yang menghibur temannya tersebut)

Ya ampun Bu, anak saya itu manja banget, apa karena dia anak bungsu ya, padahal secara akademik saya perhatikan dia lebih pintar dari dua kakaknya, dia bisa baca sendiri lewat main game, lebih cepat bisa bacanya daripada kakak-kakaknya, tapi bu di rumah, semua-semua masih harus dilayani, pake kaos kaki aja masih harus dipakein, baju bekas pake, mainan, buku pelajaran masih harus saya yang ngeberesin, terus itu bu…masih aja gelendotan sama saya kalo kemana-mana, terus kalo udah nggak mau sekolah, saya nggak bisa ngapa-ngapain, pernah udah sampe sekolah nggak mau turun dari mobil, nggak mau sekolah katanya, tapi saya suruh turun bilang sendiri ke gurunya kalo lagi nggak mau sekolah dia mau bu, turun bilang ke gurunya, terus pulang lagi, di rumah padahal nggak ngapa-ngapain bu, ngintilin saya aja terus…beberapa kali bu dia kayak gitu…terus kalo udah nanya…nggak pernah berhenti bu, kalo belum puas terus aja nanya, saya suka mati gaya bu, kalo udah ditanya sama dia…hehehe…”
(Seorang Ibu dari anak perempuan berusia 4 tahun 8 bulan)

Barangkali diantara kita ada yang mengalami masalah yang sama atau mengenal beberapa orang yang punya pengalaman yang sama, menghadapi anak-anak usia prasekolah yang menurut kita “belum bisa apa-apa atau tidak bisa apa-apa”. Kita sering kali tidak menyadari bahwa sesungguhnya anak kita bisa melakukan banyak hal, namun kita terlalu fokus pada apa yang ia tidak bisa. Kita lupa mengapresiasi ketika anak-anak kita bisa bermain dengan teman-temannya, bisa bertingkah laku sopan, murah hati dan mau berbagi kepada orang lain, bisa bermain dengan damai dan menyayangi saudara, binatang atau barang-barang milikinya, bersedia mengantri di tempat main, makan sendiri, bisa membersihkan sendiri ketika ke kamar mandi, mengucap salam ketika masuk ke rumah, mencium tangan orang yang lebih tua, mau shalat jum’at di mesjid dll. Kita lupa mengapresiasi dan mengakui, bahwa mereka bisa melakukan sesuatu yang baik.

Kita cenderung mengabaikan apa yang mereka sudah bisa, dan menganggap bahwa hal itu memang sudah seharusnya mereka lakukan. Kita tidak memandangnya sebagai sebuah kemampuan yang berarti dan pantas dihargai. Padahal, softskill semacam itulah justru keterampilan yang akan mereka gunakan seumur hidupnya. Bekal attitude dan kemampuan yang pada tahap usia berapapun akan sangat mereka butuhkan untuk bisa berhasil dalam hidupnya. Seringkali kita menganggapnya bukan sesuatu yang istimewa dibandingkan bisa membaca dan punya banyak piala.

Dan standar kompetensi pendidikan anak prasekolah, memang bukan tentang kemampuan akademik.

Saya pikir, taman kanak-kanak dan sekolah dasar, mestinya adalah fondasi, sebuah alas, blue print, gambaran awal yang kita siapkan pada anak tentang sekolah dan pendidikan formal. Masih ada belasan tahun ke depan, waktu sekolah yang serius yang harus mereka jalani. Kita ingin anak-anak punya ingatan yang positif dan pengalaman yang menyenangkan tentang sekolah, supaya ketika nanti mereka ‘benar-benar sekolah’, mereka akan happy dan bersemangat menjalaninya.

Jika di TK dan SD anak-anak tidak mendapatkan pengalaman menyenangkan tentang sekolah, justru sekolah dihayati sebagai institusi yang menekan, menakutkan, bikin capek dan membuat malas, lalu bagaimana mereka akan bersemangat dan senang menempuh pendidikan selanjutnya, yang justru lebih penting dalam menentukan kehidupan mereka di masa yang akan datang.

BELAJAR DARI ORANG TUA KLIEN REMAJA

Saya tidak mengerti Bu, anak saya sekarang sulit sekali diatur, apa yang kami ingin dan suruh dia tidak lakukan, apa yang kami larang malah dia lakukan, beberapa kali dia pernah mencuri uang saya, suka berbohong, berhutang pada orang lain, dan pernah dua kali memakai kendaraan tanpa ijin, padahal dia tidak punya SIM, pake motor aja saya larang, ini malah bawa kabur mobil, saya kehabisan cara menghadapinya Bu”
(Seorang ayah, dari anak berusia 15 tahun, kelas 1 SMA)

Cucu saya tidak bisa bergaul, tidak berani pergi kemana-mana, sering dimanfaatkan temannya, study tour tidak pernah ikut karena dia tidak bisa makan sembarangan, ke kamar mandi juga tidak bisa sembarangan, di rumah sering marah-marah nggak jelas, diajak bicara baik-baik tidak bisa, diam saja atau marah-marah dan membentak-bentak, sudah dua minggu ini dia menolak untuk sekolah”
(Seorang kakek dari anak perempuan berusia 14 tahun, kelas 2 SMP)

“Anak saya sudah bolak-balik di panggil guru BK, saya adalah tamu rutin ruang BK Bu, dia sering bolos sekolah, padahal dari rumah dia selalu berangkat tapi sering tidak sampai di sekolah, nyangkut di bengkel, di warnet atau di kantin. Pernah kabur dua kali tidak pulang ke rumah gara-gara motornya saya sita, motornya suka dioprek bu, masih baru diganti ini itu sampe jadi rongsokan, itu dipengaruhi sama gank-nya bu, gank-nya itu remaja yang diatas umurnya dan pengangguran, sekolah nggak, kerja juga nggak. Sekarang saya tahu tempat dia nongkrong dimana aja bu, base camp-nya saya tau, pentolan gank-nya saya tau, saya punya nomer telepon mereka semua, pernah saya datangi dan ancam segala, kalo macem-macem sama anak saya, saya akan lapor polisi, anak saya bukannya takut dan nurut sama saya bu, malah lebih berani lagi, bahkan sekarang sudah berani membentak dan melawan saya jika saya marahi”
(seorang Ibu dari anak laki-laki usia 12 tahun, kelas 1 SMP)

Yang khas dari klien remaja dan orang tua para remaja adalah, pola komunikasi dan pola pendekatan dalam mengasuh mereka. Begitu anak tumbuh dan berkembang, semestinya pola pengasuhan kita pun tumbuh dan berkembang sesuai perkembangan anak-anak. Pola komunikasi yang menuntut, mengarahkan tanpa memberi kebebasan, harus ini harus itu, yang bisa diterima oleh anak-anak diusia yang lebih muda, semestinya berubah menjadi lebih lentur dan luwes ketika mereka beranjak remaja.

Memasuki remaja, ada banyak perubahan drastis pada anak kita, diantara yang paling khas adalah perkembangan dalam kemampuan berpikir dan membuat keputusan, juga tentang bagaimana anak-anak menampilkan dirinya di lingkungan. Anak harus selalu dilibatkan dalam membuat keputusan yang berkaitan dengan kehidupan mereka. Peraturan adalah sesuatu yang harus bisa didiskusikan, termasuk juga dalam menentukan konsekuensi dari pelanggarannya.

Pernah dalam satu sessi konseling saya menghadapi remaja, yang menurut orang tuanya ia bermasalah, namun ia sendiri merasa baik-baik saja.

Klien: “Bu, berapa lama biasanya ibu konseling sama klien ibu?”
Saya: “ tergantung, bisa 1 jam, atau kurang atau maksimal 2 jam, kenapa?”
Klien: “Ya udah bu, saya numpang main game sama baca buku ya disini, ibu kerjain aja kerjaan ibu yang lain, saya nggak akan ganggu ibu, ntar satu jam lagi saya selesai, anggap aja kita udah konseling, gimana bu?”
Saya: “ Oke, sambil ngobrol boleh nggak?”
Klien: “boleh bu”
Saya: “orang tuamu pikir kamu bermasalah dan perlu bantuan saya”
Klien: “Saya pikir orang tua saya yang bermasalah bu, saya mah baik-baik aja, mereka aja yang nggak nyambung sama saya”
Saya: “kalo kamu merasa nyambung sama orang tuamu?”
Klien: “Nggak juga bu, tapi saya biasa-biasa aja, ortu saya nggak ngerti saya bu, tapi bodo amat ah..saya sih asik-asik aja..hehehe…”

Lalu, selama satu jam lebih kami mengobrol sambil melakukan kegiatan kami masing-masing, dan diakhir pembicaraan kemudian, klien remaja saya ini mengucapkan terima kasih karena saya sudah mau mengobrol dengannya, dan membiarkan dia melakukan apa yang ingin dia lakukan di ruang konseling saya.

Remaja memang unik, jika ada yang mengatakan bahwa proses parenting, membesarkan dan mengasuh anak adalah proses wiring, menyambungkan kabel-kabel sistem syaraf otak anak hingga terhubung dengan sempurna di usia 25 tahun, maka menyambungkan kabel syaraf di usia remaja adalah yang proses menyambungkan yang paling kompleks. Secara neurologis, saat remaja inilah otak mengalami ledakan perkembangan yang sangat dahsyat. Ledakan perkembangan otak remaja umumnya mulai di usia 13 tahun dan selesai sempurna di usia 25 tahun. Itu sebabnya remaja tingkah lakunya menjadi sulit ditebak, menentang, mengamuk, marah-marah tidak jelas dan senang melakukan tindakan-tindakan yang beresiko tinggi. Dalam ledakan perkembangan itu otak remaja mengalami pemangkasan sambungan sel sel otak yang tidak perlu, namun juga mengalami penguatan sambungan sel-sel otak yang sering ia pakai.

Proses penyambungan syaraf-syaraf otak ini berlangsung dari bagian belakang otak ke arah depan, berturut-turut mulai dari cerebellum (otak kecil) tempat koordinasi motorik fisik, amygdala tempat pengontrol emosi, nucleus acumbens tempat pengontrol motivasi, dan bagian terdepan yaitu daerah prefrontal cortex, area judgment kemampuan menilai situasi, yang mengontrol reasoning (penalaran) and impulses (dorongan). Area prefrontal cortex ini adalah area yang paling matang belakangan yaitu ketika manusia menginjak 25 tahun. Karena itu, jika remaja tampak kacau, tingkah lakunya menyulitkan, susah dipahami, satu-satunya alasan mengapa mereka seperti itu, ya karena mereka REMAJA. Otaknya ‘salah’. Itu saja. Perkembangan otaknya memang sedang meledak, dimana-mana dan pada peristiwa apa saja jika terjadi sebuah ledakan, tentu ada banyak masalah yang muncul. Begitu pula dalam hidup remaja.

Maka menemani remaja, biasanya menjadi masa paling sulit pada periode pengasuhan, setelah kita mengalami itu juga ketika anak memasuki usia 3 tahun. Ini seperti siklus berulang. Tetapi tenang saja, akan ada masanya periode strum and drung, topan dan badai ini berlalu, lalu mereka akan tumbuh menjadi manusia-manusia yang matang dan bertanggung jawab dalam hidupnya.

Selamat menari bersama anak-anak Bapak Ibu, dan nikmatilah tarian itu pada setiap babak dan episodenya!
Wallahu a’lam bish-shawabi.

family4


child abuse4

Sebagai orang tua, kita adalah garis terdepan support system yang dimiliki oleh anak-anak kita. Sehingga menjadi sangat penting bagi kita untuk memiliki saluran komunikasi yang bagus dengan mereka dan memiliki relasi yang dekat berlandaskan rasa saling percaya. Ketika anak-anak (berapapun usia mereka), memiliki permasalahan dalam hidupnya, kita ingin mereka menjadikan kita sebagai orang pertama yang mereka cari, kita ingin mereka merasa nyaman untuk bicara dengan kita sebebas-bebasnya.

Adalah penting juga bagi kita untuk memiliki kemampuan mengindentifikasi atau mengenali saat anak kita sedang bermasalah dengan emosinya. Biasanya anak-anak akan menyimpan sendiri berbagai perasaan ataupun emosi yang sedang mereka rasakan, terutama emosi negatif. Ketika mereka sedang memiliki masalah, biasanya mereka tidak akan bicara atau meminta bantuan. Mereka tidak sadar bahwa sebetulnya mereka punya bantuan yang tersedia, jika mereka membutuhkan. Sehingga, sekali lagi penting bagi orang tua untuk bisa mendeteksi secara dini, ketika terjadi sesuatu pada anak-anaknya dan bagaimana melakukan pendekatan dengan mereka untuk membantunya.

Membuat anak-anak untuk terbuka dan bicara, adalah sesuatu yang sangat menantang, it’s challenging! Banyak orang tua tidak mampu dan merasa gagal untuk mengajak anaknya bicara, dan kemudian harus meminta bantuan orang lain untuk bisa tahu apa yang dirasakan atau diinginkan oleh anaknya.

Dibawah ini terdapat beberapa tips yang bisa membantu untuk memulai pembicaraan dan untuk bisa memahami apa yang terjadi pada mereka.

• Buat mereka merasa aman dan nyaman
Jika ingin membuat mereka bicara, maka kita harus membuat mereka nyaman untuk bicara. Anak-anak perlu tahu mengapa kita ingin bisa bicara dengan mereka, atau mengapa mereka bisa bicara dengan kita, kita tidak akan menghakimi. Tujuan kita bicara dengan mereka adalah untuk memahami, sehingga kemudian bisa membantu. Anak-anak takut sekali jika mereka sudah melakukan kesalahan atau mereka menghadapi masalah yang besar. Mereka takut disalahkan, atau mereka akan dihukum, jika mereka bicara pada kita. Yakinkan pada mereka bahwa bukan itu intinya, dan bukan itu tujuan kita. Kita ada untuk memberi dukungan pada mereka. Bisa juga orang tua, membiasakan untuk berbicara pada anak-anak secara rutin, misal setiap makan siang, atau makan malam, atau saat menemani mereka belajar, atau saat akan mengantarkan anak-anak tidur. Bicarakan berbagai hal secara regular di waktu-waktu tertentu. Sehingga ketika mereka menghadapi masalah mereka sudah biasa bicara secara terbuka.

• Dengarkan mereka
Ini penting, meski simpel, tidak semua orang bisa mendengarkan. Dalam bahasa Inggris, mendengarkan memiliki dua pengertian, hearing dan listening. Meski keduanya memiliki arti sama, yaitu mendengar, tetapi ada perbedaan mendasar dari keduanya. Hearing adalah mendengar secara fisik, berkaitan dengan organ, dalam hal ini telinga. Kita semua bisa hearing jika telinga kita tidak ada masalah dalam fungsinya. Tetapi belum tentu bisa listening. Listening adalah mendengar dengan memahami, memaknai dan memilih respon yang tepat. Tidak semua yang disampaikan anak kita membutuhkan respon yang sama. Ada ungkapan yang bagus sekali untuk hal ini, “people tend to reply when they communicate, instead of understanding”. Ketika berkomunikasi, kita seringkali sibuk dengan ingin segera memberi respon, tanpa berusaha terlebih dahulu memahami. Kita bicara dengan anak kita bukan sekedar untuk merespon mereka, tetapi yang lebih penting adalah untuk memahami mereka.

• Affirmasi dan dukung mereka untuk mendapatkan pertolongan
Ketika anak-anak datang pada kita dan menyampaikan bahwa mereka sedang punya masalah, mereka marah, mereka sedih atau mereka kesal, atau mereka merasa telah melakukan kesalahan yang besar, Peluk mereka. Kemudian sampaikan bahwa kita merasa senang dan bangga, juga berterima kasih karena mereka sudah mau membagi apa yang sedang mereka rasakan ataupun hadapi. Affirmasi yang kita sampaikan, akan membuat mereka merasa diterima. Kita senang dan bangga karena mereka punya keberanian untuk bicara dan mengakui bahwa mereka punya masalah. Kita berterima kasih karena mereka percaya kepada kita, dan mau berbagi masalahnya. Jika kita tidak bisa membantu atau kita pikir mereka membutuhkan bantuan dari orang lain yang lebih ahli, tawarkan pada mereka bantuan tersebut. Bicara dengan guru BK- nya atau menemui psikolog, jika mereka bersedia.

• Tulus
Kendalikan reaksi dan ekspresi kita saat anak-anak sedang bermasalah. Tetapi juga jangan terlalu kaku dan teoritis. Jadilah diri sendiri, sebagai orang tua, kita punya cinta dan kasih sayang yang tidak dimiliki siapapun, termasuk orang yang ahli membantu sekalipun. Jadi bantulah anak kita pertama kali dengan modal yang kita punya, yaitu cinta dan kasih sayang yang tulus. Jika kita terbuka, bersikap apa adanya dan tenang, itu juga akan menenangkan mereka.

Beranilah untuk mengatakan tidak tahu
Sebagai orang tua, adalah wajar jika kita tidak tahu segala hal, atau kita tidak punya jawaban terhadap masalah anak kita. Jika kita tidak punya jalan keluar atau tidak tahu harus berbuat apa, katakan itu pada mereka. Tetapi pada saat yang sama, mereka juga harus tahu bahwa kita akan melakukan berbagai cara untuk mengatasinya, termasuk meminta bantuan ahli misalnya, dan kita akan berada bersama mereka ketika bantuan itu datang.

HATI-HATI DAN WASPADAI TANDA-TANDA KECENDERUNGAN BUNUH DIRI

Tindakan bunuh diri bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk oleh anak-anak dan ini bisa dicegah.Terkadang, anak-anak atau mereka yang sedang memikirkan untuk mengakhiri hidupnya, tanpa sadar atau sengaja, menyampaikan pesan-pesan atau tanda-tanda ingin melakukan hal tersebut. Misal dengan membaca atau memposting berita-berita tentang bunuh diri, memposting status di media sosial mengenai bunuh diri, atau melakukan tingkah laku-tingkah laku seperti orang yang bersiap-siap akan pergi jauh, membagi barang-barang miliknya kepada orang lain, menulis pesan-pesan yang bernada ‘selamat tinggal’ dll.

Dua langkah paling penting dalam mencegah tindakan bunuh diri adalah kenali tanda-tandanya dan segera cari pertolongan. Diantara tanda-tanda peringatan yang harus kita waspadai, adalah mengkonsumsi obat-obatan terlarang, alkohol, atau obat bebas yang dikonsumsi secara berlebihan, menolak sekolah atau prestasi belajar menurun drastis, mengatakan hal-hal yang berkaitan dengan kematian atau melukai diri sendiri. Selalu temani mereka dan jangan biarkan mereka sendiri walaupun sebentar, termasuk saat mereka ke kamar mandi. Segera lakukan pertolongan pertama, jika terlanjur telah terjadi sesuatu dan segera hubungi pihak-pihak yang berkaitan. Bersikaplah tenang.

anak sedih

Sumber: Sebagian besar diambil dari artikel http://www.apa.org/helpcenter/help-kids.aspx, dengan beberapa penambahan


sress

Stres merupakan hal yang esensial bagi kehidupan. Tanpa stres tidak ada kehidupan, namun kegagalan dalam mereaksi stressor merupakan pertanda kematian (Hans Selye – peneliti stress sejak 1928)

Definisi Stres
Stres merupakan fenomena psikofisik yang manusiawi, dialami oleh setiap orang dengan tidak mengenal jenis kelamin, usia, kedudukan, jabatan, atau status sosial. Stres dapat memberikan pengaruh positif dan negatif terhadap individu. Secara positif, stres akan mendorong individu untuk waspada, melakukan sesuatu, membangkitkan kesadaran, dan menghasilkan pengalaman baru. Secara negatif, stres akan menimbulkan rasa tidak percaya diri, penolakan, marah, depresi, yang memicu munculnya penyakit seperti sakit kepala, sakit perut, insomnia, tekanan darah tinggi, atau stroke.
Menurut Dadang Hawari (1997 : 44-45), istilah stres tidak dapat dipisahkan dari distress dan depresi karena satu sama lainnya saling terkait. Stres merupakan reaksi fisik terhadap permasalahan hidup, dan apabila fungsi organ tubuh sampai terganggu, dinamakan distress. Sedangkan depresi merupakan reaksi kejiwaan terhadap stressor yang dialaminya.

Gejala Stress
Asosiasi Stres Amerika (American Stress Association), mengindentifikasi ada kurang lebih 50 gejala yang muncul pada seseorang ketika mengalami stres. Diantaranya adalah sebagai berikut:
– Gejala fisik di antaranya seperti gigi gemeletuk, sakit kepala, sakit lambung (maag), hipertensi (darah tinggi), sakit jantung atau jantung berdebar-debar, insomnia, mudah lelah, kurang selera makan, dll.
– Gejala psikis dari stres meliputi gelisah atau cemas, sulit berkonsentrasi, sikap apatis, sikap pesimis, hilang rasa humor, sering melamun, bersikap agresif, dll. Gejala-gejala tersebut kecenderungan awal dari seseorang yang mengalami stres dalam hidupnya

Sumber Stres

sources-of-stress

Dinamika Stres

brain lopp stress

Tahap Reaksi terhadap Stres
1. Reaksi alarm –> Terjadi ketika individu merasakan adanya ancaman, yang kemudian meresponsnya dengan fight atau flight
2. Resistensi/ bertahan –>Terjadi apabila stres itu berkelanjutan, terjadi perubahan fisiologis yang mengimbangi sebagai upaya mengatasi ancaman
3. Exhaustion/Kelelahan –>Terjadi apabila stres terus berkelanjutan di atas periode waktu tertentu, sehingga organisme mengalami sakit.

Dampak Stres Secara Fisiologis
1. Sistem Syaraf
Sistem syaraf simpatetik memberi sinyal kepada kelenjar adrenal untuk melepaskan hormon adrenalin & cortisol –> detak jantung lebih cepat, tekanan darah meningkat, proses pencernaan terganggu dan jumlah glukosa dalam darah meningkat tajam –> jika bisa diatasi maka sistem tubuh secara keseluruhan akan normal kembali.
2. Otot/persendian dan rangka tubuh
Pada saat stress, otot menjadi lebih tegang. Kontraksi otot yang sering dan periodik akan memicu rasa sakit kepala, migrain dan kondisi lainnya.
3. Sistem Pernafasan
Stres dapat membuat kita bernafas lebih cepat dan lebih berat –> hiperventilasi, yang dapat membuat seseorang mengalami serangan kepanikan
4. Sistem peredaran darah
Stres yang sifatnya sebentar, seperti saat terjebak macet, akan meningkatkan detak jantung dan membuat kontraksi yang lebih kuat pada otot-otot tubuh. Pembuluh darah yang mengalirkan darah ke otot-otot besar dan ke jantung, akan meningkatkan jumlah darah yang dipompakan ke bagian tubuh tersebut. Pada kondisi stres berat yang terjadi secara berulang akan menyebabkan peradangan pada arteri koroner, yang bisa menyebabkan seseorang mengalami serangan jantung.

5. Endokrin/kumpulan kelenjar & organ penghasil hormon.
Kelenjar Adrenal
Ketika tubuh kita merasa stres, maka otak akan mengirim sinyal dari hypothalamus sehingga menyebabkan cortex adrienal untuk menghasilkan hormon cortisol, dan adrenal medulla menghasilkan epinephrine –> keduanya disebut sebagai hormon stres
Liver
Ketika cortisol dan ephinephrine dilepas, maka liver akan menghasilkan lebih banyak glukosa/gula darah yang akan memberi kita energi untuk melawan (fight) atau menghindar/pergi (flight)
6. Gastrointestinal/ sistem pencernaan
Kerongkongan
stres bisa membuat seseorang menjadi lebih banyak makan atau sebaliknya. Stres juga bisa membuat seorang perokok menambah jumlah rokok yang dikonsumsinya, begitu pula pada peminum minuman keras. Hal ini akan membuat seseorang mengalami rasa panas diperut, atau asam lambung meningkat tajam.
Perut
Perut bisa bereaksi seperti ada ‘kupu-kupu’ didalamnya, atau merasa mual juga sakit
Usus Besar
Stres bisa membuat sistem pencernaan bekerja lebih cepat dan makanan yang kita makan terserap lebih cepat. Hal ini kadang membuat seseorang mengalami diare atau konstipasi.
6. Sistem reproduksi
Pada laki-laki, jumlah kortisol yang berlebihan diproduksi pada saat stres dapat mempengaruhi fungsi normal sistem reproduksinya. Stres yang akut bisa merusak testosteron dan produksi sperma dan bisa menyebabkan impotensi.
Pada perempuan, stres bisa membuatnya tidak mengalami menstruasi atau jadwal menstruasi menjadi terganggu. Atau bisa juga membuat rasa sakit yang diderita selama menstruasi menjadi lebih kuat. Bisa juga membuatnya kehilangan keinginan seksual

Manajemen Stress

stress-reducing-methods
Saat tubuh menunjukkan gejala-gejala awal yang menandakan kita mengalami stres, maka lakukan hal ini:
1. Relaks,  tarik nafas, dengarkan musik, meditasi, ibadah.
2. Olahraga –> tubuh yang stres, perlu pasokan oksigen dan darah yang lancar, maka olahraga akan membantu otak mendapat suplai keduanya dengan lancar.
3. Lakukan Hobby atau kegiatan yang diminati
4. Kelola hidup dan waktu –> kenali apa yg bisa memicu stres, hindari, kelola waktu dengan tidak menumpuk pekerjaan/masalah dll untuk diselesaikan di waktu yang bersamaan/sempit/mepet
5. Bersyukur –> semua orang punya ujian dan masalah sesuai dengan kemampuan masing-masing, hindari membandingkan diri dengan orang lain, syukuri dan nikmati pemberian dari Tuhan, karena Tuhan tidak pernah salah (memberi jodoh, memberi rejeki, memberi fisik, kemampuan dll)
6. Kembali ke alam  –> nikmati suasana, ganti suasana, liburan, tinggalkan gadget sejenak, yoga, dll
7. Terapi –> tergantung pada seberapa parah dan apa penyebabnya/akarnya


Diskusi Parenting 4 – Masjid Perum Situ Gede Indah

parenting class 4

Terpaksa Belajar Politik


prabowo jokowi

Hmmm…Geregetan banget sama hiruk pikuk saling membuka aib dan kesalahan masa lalu orang lain berkaitan dengan pemilu capres Juli mendatang. Mereka yang menghujat kubu lawannya, udah kayak orang kekurangan kesalahan aja, berghibah dan memfitnah sana sini. Dan mereka yang membabi buta membela jagoannya, udah kayak orang yang tahu dari lahir, tumbuh bareng-bareng dan kenal luar dalam orang yang dibelanya aja. Empet banget. Kalo kata orang Betawi.

Saya sendiri, tidak terlalu peduli dengan hasil survey, (wong yang survei juga dibayarin kok sama yang minta nyurvei, jangan-jangan yang disurvey ya dibayar juga sama yang minta nyurvei… wkwk!), kampanye hitam, kampanye putih, apalagi pencitraan dan debat di tv sekalipun, karena menurut saya semuanya itu non reality show, bukan reality show ya…hasil setting-an, sama kayak artis pengen ngetop, bikin berita setting-an, jadi gak terlalu signifikan juga mempengaruhi pilihan saya.

Saya sudah buat keputusan siapa presiden yang akan saya pilih jauh sebelum hiruk pikuk ini dimulai, saya lebih percaya feeling dan getaran hati saya yang bilang, “wah keren nih kalo dia jadi presiden!”, done. Begitu aja, sampai sekarang juga saya masih konsisten dengan pilihan saya itu. Tinggal nanti pada tanggal 9 Juli, malamnya istikharah, baca do’a dan baca bismillah sebelum nyoblos surat suara, supaya pilihan saya direstui sama Allah.

Jadi nanti, Kalo ternyata pilihan saya gak sekeren yang saya pikir, ya..itu urusan dia sama Tuhan-lah, bukan urusan saya. Yang penting saya sudah melaksanakan tugas saya untuk ikut kontribusi mengubah nasib bangsa ini, sesuai kapasitas saya sebagai warga negara, yang disemangati oleh  perintah Tuhan saya, di Qur’an Surat Ar-Ra’d: 11.  “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”. Aamiin.

Saya ingin bangsa ini lebih baik, dengan memiliki calon presiden yang saat ini saya pikir bisa mengubah keadaan menjadi lebih baik. Bismillah…

Kalo mau dibuat sederhana, semua keributan ini sebetulnya juga bisa kok dibuat gak serame ini. Cuma, media baik elektronik maupun cetak, pasti gak akan bikin proses ini jadi sederhana, lah wong bisnis mereka kan memang meramu berita paling buruk menjadi semakin buruk supaya medianya laku. Bad news is good news katanya. Semakin bad seseorang ya semakin good-lah  buat bisnis mereka. Sesederhana itu.

Bagusnya buat saya, walaupun puyeng bin empet ngikutinnya, adalah keributan ini jadi mendorong saya jadi agak banyak baca dan lumayan rajin cari tahu tentang track record keduanya. Nah, inilah sedikit hasil belajar politik  kelas playgroup, yang saya dapat dari beberapa media. Saya bahas sesuai no urut capres ya…

Prabowo

Kesalahan terbesar Prabowo adalah terlibat penculikan aktivis tahun 1998. Isu ini pasti menarik kalo dijual oleh kubu lawan politiknya sekarang. Padahal dulu lawan politiknya, berpasangan sama beliau maju di pemilu capres yang dimenangkan SBY. Hehehe…tuh kan tos rieut diawal mula ge…kalo kata orang sunda. Kenapa dulu mau nyalon sama Prabowo kalo memang dia bermasalah ya…gagaro teu ateul jadina mah kalo kata orang sunda lagi. Tolonglah kalo mau, dijawab dulu masalah ini biar clear oleh kubu lawannya, kenapa sekarang jadi masalah, dulu nggak?

Jadi kalo menurut saya, kalo isu ini sekarang dimunculkan lagi, lebih banyak muatan politiknya, daripada niat penegakkan hukum dan HAM-nya. Terus, hasil dari kesalahan ini adalah, Prabowo sudah diberhentikan dari karir militernya yang sangat cemerlang, linknya ada disini www.tempo.co.read/news/…/ini-alasan-Prabowo-Dipecat-Sebagai-perwira , atau http://m.kompasiana.com/post/read/659550/1/benarkah-prabowo-dipecat-dari-tni-karena-penculikan.html , lalu terusir dari negara ini, sampe pernah ditawarin jadi warga negara Jordania, tapi dia gak mau, dan diatas semua itu, dia kehilangan istri dan anaknya, dipaksa bercerai, dan dianggap berkhianat  oleh keluarga besar istrinya.  Saya pikir, kalo secara norma sosial, kelihatannya, Prabowo sudah menerima konsekuensi dari keterlibatannya,  itu menurut saya loh.  Walaupun secara hukum positif mungkin belum. Sementara atasannya, ga ada yang menerima konsekuensi apapun tuh dari apa yang dilakukan Prabowo. Padahal kalo di militer kan jelas komandonya ada dimana.

Eh, yang menarik adalah,  salah dua dari atasan Prabowo itu, pernah pengen nyalon jadi capres loh…tapi dua-duanya gak berhasil, yang satunya bahkan sampe dua kali nyapres, dan dua kali gagal. Ayo… jangan sok naif, masa sih keduanya, sedikiiiiiit….aja gada iri bin sirik, ngeliat anak buah yang mereka berhentikan itu, sekarang mau jadi capres dan laku. Dan menariknya lagi, keduanya sekarang ada di kubu yang bersebrangan dengan Prabowo. Tet..Tot!

Coba cek disini http://www.merdeka.com/politik/mantan-pangdam-v-brawijaya-prabowo-korban atau  https://www.facebook.com/mashikam/post/373163209311#newsfeedheading  atau http://m.kaskus.co.id/thread/537ec6ffc807e794698b4599/membuka-tabir-keterlibatan-wiranto/

Nah lalu, aktivis-aktivis yang diculik Prabowo, kan udah dilepaskan, sekarang masih pada hidup, diantaranya adalah Pius Lustrilanang yang kemudian masuk gerindra, sekarang duduk manis di Banggar DPR, Desmon J. Mahesa juga ikut Prabowo di Gerindra, Haryanto Taslam, masih nongkrong di PDIP, dan Andi Arif (ini yang jadi  salah satu staf ahli presiden SBY bidang bencana bukan ya?). Tinggal ditanyalah sama mereka. Kayak apa sih Prabowo waktu nyulik mereka, mereka diapain, kok bisa dilepasin, supaya kita tahu. Mungpung mereka masih hidup, jadi bisa kita dengar langsung dari saksi korban yang betul betul real, bukan korban jadi-jadian. Ayo dong media, minta mereka bicara, biar masyarakat tahu dan koran/ TV anda laku!. Kalo Pius sudah ngomong disini https://id.berita.yahoo.com/pius-lustrilanang-sebagai-korban-penculikan-saya-merasa-terhina, atau http://www.tempo.co/read/news/2013/10/28/078525234/Pernah-Diculik-Pius-Prabowo-Tak-Bersalah,  kita tunggu yang lain, pada mau ngomong ga? Katanya pengen dibuka sejelas-jelasnya kasus ini.

Jokowi

Kesalahan besar jokowi kalo menurut saya adalah, dia dua kali tidak menyelesaikan mandat yang diberikan rakyat kepadanya. Satu mandat rakyat Solo, karena seharusnya masa jabatan beliau di Solo kan baru berakhir 2015. Dan satu lagi mandat rakyat di Jakarta, wong jadi gubernurnya juga baru sebentar, langsung naik tingkat, pengen jadi capres. Padahal sumpah jabatan baik sebagai Walikota Solo maupun sebagai Gubernur Jakarta, kan dilakukan dibawah Qur’an, diawali dengan kata “Demi Allah saya bersumpah….dst”,  redaksionalnya ada disini http://www.djpp.kemenkumham.go.id/arsip/bn/2013/bn824-2013lamp.pdf  disaksikan oleh negara dan rakyat.

Nah itu pengkhianatan tertinggi kalo menurut saya. Kesalahan besar juga, walaupun dia gak nyulik orang.  Tuhan, kitab suci, dan rakyatnya, semua dia khianati. Baiknya sih para pendukung juga menanyakan ini,  apakah bisa  yakin, kalo Jokowi  gak bakal berkhianat dengan sumpah dan janjinya sekarang. Padahal dua kali dikasih mandat, dua kali tidak dia penuhi sampai selesai. Kalo kata agama saya,  diantara  ciri-ciri orang munafik adalah jika dipercaya khianat dan jika bicara dia berdusta. Nah….pegimana tuh.  Tolong kasih penjelasan dong!

Sayangnya, kok Kubu Prabowo gak nyerang jokowi dengan ini ya waktu debat kemarin, padahal kubu Jokowi nyerang Prabowo langsung dengan kesalahan terbesarnya, wkekeke…..(saya sih ga nonton acaranya waktu itu, saya milih nonton acara tv lokal yang menyiarkan acara kecapi suling dan tembang sunda).  Males aja rasanya nonton acara debat boongan kayak gitu dan hasilnya gak ngaruh juga sama pilihan saya.

Padahal kayaknya bakal menarik tuh, untuk bisa tahu apa pendapat dan pembelaannya mengenai hal ini. Jokowi bilang kan, demokrasi itu mendengarkan rakyat, bicara dengan rakyat, makanya metode demokrasinya, demokrasi blusukan. Kalo tugasnya bicara  dengan rakyat selama lima tahun baik di Solo maupun di Jakarta, belum dia selesaikan, itu gimana? Norma dan hukum apa yang dilanggar? Hehee…Masih adalah sedikit hubungannya dengan tema debat kemarin tentang Membangun Demokrasi, Pemerintahan yang bersih dan penegakkan hukum, hihihi.. maksa.com.

Sambil berkhayal, Saya coba rumuskan kira-kira pertanyaannya mungkin begini, “Menurut anda Pak Jokowi, apa sebutan bagi seorang pemimpin yang sudah diberi mandat oleh rakyat, kemudian dia tinggalkan mandat itu untuk meraih kekuasaan yang lebih besar?”. Terus Pengen tahu juga, kira-kira mau jawab apa JK kalo pertanyaannnya kayak gini, “Pak JK rencana pengelolaan negara seperti apa yang sudah anda siapkan, jika anda berpasangan dengan seorang pemimpin yang pernah anda sebut akan hancur kalo dia jadi presiden?”, linknya ada disini http://nasional.inilah.com/read/detail/2103813/hancur-kita-kalau-jokowi-jadi-capres.

Nah, Jadi kesimpulannya kalo menurut saya, dua-dua pasangan itu manusia biasa kok, punya kekurangan dan kesalahan, kayak kita aja, bukan malaikat yang suci dan bersih. Jadi cara ngedukungnya,  ya biasa-biasa aja keles…jangan lebay gitu kalo kata ABG sekarang mah… hehehe….

Wallahu a’lam Bishshowwab

Daripada lieur, mending liat senyum Caesar aja ah….

caesar keep smile

(Tulisan ini dibuat untuk lucu-lucuan aja, dalam rangka mengurangi stres saya yang sedang stres pilih materi dan menyusun makalah, untuk presentasi seminar stres hari minggu besok, ah…stres…kau memang bikin stres!)


Diskusi Parenting 2 – masjidParenting Class Here and There

Ceramah Parenting ini dilaksanakan pada Forum Pengajian Ibu-ibu Ta’lim Nisa di Masjid Jami Al Muhyi – Tasikmalaya


Diskusi Parenting 3 – PesantrenParenting Class Here and There

Kegiatan Ceramah Parenting ini dilaksanakan di Pesantren Mathlaul Khaer Cintapada Tasikmalaya

Karena Bu Risma


Untuk mereka yang selalu protes pada usaha kemenkominfo memblokir situs-situs porno, you better read this! Let save our children!

Islam is Fun

Bismillahirrahmanirrahim..

Oke, sebetulnya kontributor sontoloyo ini belum ijin sama empunya blog buat ngisi. Cuman desakan lingkungan *caelah* udah sangat kuat. (1) teman sebaya yang ngojok-ngojokin buat nulis di laman ini lagi; (2) kasus di lapangan *emang mau nulis apaan sampe bawa kasus segala* yang udah menggila, ntar diceritain; (3) abis nonton Mata Najwa edisi Bu Risma sampe meleleh air mata, jadi pengen berjuang bareng semampu yang saya bisa; (4) kemaren kakak kelas ngeshare video dan kayaknya saya nemu benang baru (dari kasus yang ntar saya ceritain) dan penting buat saya tulis ulang supaya bisa saya runut benangnya biar ga kusut dikepala (kepentingan pribadi).

videonya ada disini :

Cukup sekian aja yang bikin saya bulet untuk nulis lagi disini. Dan sebenernya saya rada2 ragu tadi, mau nulis disini atau di blog pribadi, tapi karena nilai yang saya bawa bakal kental banget dengan prinsip hidup, saya pilih disini karena saya memposisikan diri…

Lihat pos aslinya 4.581 kata lagi


anggur4

Buahan-buahan di toko buah Pak Ahmad saling berteman. Meski kadang-kadang ada sedikit pertengkaran, namun mereka saling menyayangi satu sama lain. Pagi itu, suasana di rumah Pak Ahmad cukup sibuk dan agak ramai. Mereka semua sedang bersiap-siap karena akan melakukan perjalanan.

Para buah, punya kegiatan sendiri.  Jiju si Jeruk, sedang merasa kegelian karena tubuhnya sedang di lap oleh Bu Ahmad. Sika si Semangka dan Pisi si Pisang, sambil menempatkan tubuhnya sesuai posisi yang diatur Bu Ahmad, asik tertawa-tawa melihat Jiju, yang sibuk menggeliat-geliatkan badan dan berusaha menahan rasa geli sambil mengerjap-ngerjapkan matanya.

Sementara Mela si melon, Anggi si anggur, dan Peya si pepaya, yang sudah lebih dulu tertata rapi didalam keranjang buah, sedang asik mengobrol tentang apa yang akan mereka lakukan sebentar lagi. Hari ini keluarga Pak Ahmad akan berwisata ke pantai! Wow…Mereka senang sekali  mendengarnya, dan tidak sabar ingin tahu seperti apa yang namanya pantai.

“Sika, aku penasaran sekali, tak sabar ingin melihat seperti apa sih pantai, ayolah…tolong  ceritakan sedikit saja!”..pinta Anggi.

“Sudahlah Anggi, sebentar lagi kau akan melihatnya.” jawab Sika  tak semangat, karena dia sedang sibuk menikmati pemandangan sambil menertawakan Jiju.

“Ayolah Sika…sedikiiiit…saja, apakah akan ada banyak orang dan anak-anak?” tanya Anggi

“Apakah kita bisa berenang dan bertemu dengan para ikan?” timpal Peya

Sika tahu, jika ia tak menjawab,   Anggi pasti akan terus bertanya, karena dari tadi malam ia bertanya terus. Maka ia putuskan untuk menjawab sedikit.

“Ya, kita bisa melihat apa saja di sana, ada orang-orang,  anak-anak, ada yang  berlarian, main bola, makan, berjemur, berenang, mendengar musik, atau hanya tidur-tiduran saja, dan kalau beruntung bisa melihat ikan dan ubur-ubur ketika naik perahu!”

“Sika, apakah…?” Anggi ingin bertanya lagi

“Ssst…Kita sudah akan berangkat, diamlah!” tukas Pisi si pisang. Mereka pun diam, menikmati perjalanan.

Tak lama kemudian, mobil keluarga Pak Ahmad berhenti. Rupanya mereka sudah tiba di pantai. Setelah menurunkan barang-barang dan menatanya, Pak Ahmad dan keluarganya pun berlarian menuju pantai untuk berenang dan melakukan kegiatan masing-masing.

anggur

Para buah segera keluar dari keranjang. Mereka merasa takjub dengan keramaian dan suasana pantai yang hiruk pikuk. Terutama Anggi.

“Waah…..waah..kereen sekali…!” teriak Anggi.

Dengan segera, ia berlari dan berputar-putar, merasakan suasana dan cuacanya, meski panas namun ada banyak angin. Ada banyak suara, tapi tidak ribut dan enak terdengar. Ini pengalaman baru buat Anggi.  Ia memalingkan wajahnya ke segala arah, ada banyak tikar dan banyak keluarga berkumpul diatas masing-masing tikar.

Ia melambaikan tangannya sambil tersenyum pada nanas dan bengkuang yang ada ditikar lain tak jauh dari tikar keluarga Pak Ahmad. Mereka membalas lambaian tangan Anggi dan senyumannya. Anggi mendekati mereka dan mengobrol sebentar.

“Semuanya tampak senang disini, ya…pantai memang tempat yang menyenangkan!” Sorak Anggi dalam hati sambil berjalan riang.

Ia melangkah mendekati ketimun, selada, dan tomat di tikar keluarga yang lain lagi. Ia menyapa mereka juga. Mereka tampak sesenang Anggi.

Tanpa sadar, Anggi semakin jauh dari teman-temannya. Tak lama kemudian, ia asik menatap sepasang anak kecil yang sedang bermain lempar tangkap bola sambil tertawa-tawa. Dan tidak jauh dari keduanya, beberapa anak lain bermain pasir dengan cetakan-cetakan plastik, sedang membuat istana. Anggi tersenyum-senyum senang, ia seperti ikut merasakan kebahagiaan semua anak itu. Tanpa ia sadari, ada anak lain mendekatinya, dan kemudian membawanya sambil berlari kecil.  Anggi terkejut, ia menatap wajah anak itu, anak itu masih kecil.

“Waduh, bagaimana ini?”  Anggi berkata dalam hati, ia cemas.

Ia baru sadar ia akan terpisah jauh dari teman-temannya. Anak itu berlari semakin jauh dari tempat Anggi berdiri tadi.

***

Sementara itu, teman-teman Anggi yang lain, juga asik dengan pengalaman barunya masing-masing. Namun mereka tetap berkumpul disekitar keranjang buah. Mereka tidak sadar, bahwa Anggi terpisah dari mereka.

“Apa kalian melihat kemana perginya Anggi si Anggur? Tanya Jiju tiba-tiba pada teman-temannya.

Lalu mereka sadar, Anggi tidak ada diantara mereka. Mereka semua kebingungan, sambil berharap bisa melihat Anggi dari kejauhan dan menemukannya.

“Aku sudah mengira, aku sudah mengira, ini pasti akan terjadi!” teriak Peya.

Peya memang mudah panik.

“Tenanglah, ayo kita cari bersama-sama.” Kata Mela.

“Tidak, Sebaiknya kita berpisah, kita bagi dua kelompok cari ke tempat yang berbeda, jika tidak ketemu, kita berkumpul disini lagi.” Kata Sika.

“Tapi bagaimana, kita juga tidak mengenal tempat ini?” tanya Pisi.

“Oke, sekarang kita perhatikan dulu tempat ini, temukan tanda dan cirinya, supaya tidak tertukar dengan yang lain!” Jawab Sika.

Setelah sepakat mengenali dan menandai tikar tempat keluarga mereka, lalu mereka berpisah.

Tak lama kemudian mereka berkumpul lagi, dengan tangan kosong.

“Baiklah, ayo kita cari lagi ke arah yang berbeda, bersama-sama!” Ajak Sika.

***

Anggi terguncang-guncang, dibawa lari anak kecil itu, rupanya dia sedang bermain kejar-kejaran dengan orang tuanya. Langkahnya  sebenarnya kecil-kecil saja, namun orang tuanya sengaja berpura-pura tidak bisa menangkapnya. Dia berlari-lari senang. Anggi melupakan sejenak kecemasannya, ia juga merasa senang melihat anak itu senang. Setelah tertangkap,  orang tuanya baru melihat bahwa anak itu memegang Anggi.

“Dari mana ini, punya siapa?” tanya orang tuanya.

Anak itu menunjuk ke sebuah arah. Lalu orang tuanya menggendong anak tersebut ke arah yang ditunjukkannya. Ya, ternyata orang tuanya mau mengembalikan Anggi ke tempatnya berdiri tadi, saat ia sedang mengamati anak-anak yang bermain bola dan pasir.

Anggi ingat, ia berdiri tidak jauh dari tikar si ketimun, selada, dan tomat yang disapanya terakhir. Ia mencoba mengingat-ingat arah jalan sebelum ia menyapa mereka, ia juga menyapa bengkuang dan nanas, ya..itu tidak jauh dari tikar Pak Ahmad.

“Semoga saja mereka belum menjadi rujak, supaya aku bisa mengingat tempatnya.” Gumam Anggi dalam hati.

Anggi berjalan perlahan sambil terus mengingat-ingat.

***

Teman-temannya  menemukan Anggi sedang kebingungan dan duduk kelelahan, di tikar keluarga Pak Ahmad!

“Maafkan aku teman-teman, aku hanya mencoba bersikap ramah pada orang-orang dan yang lainnya…yang lainnya…aku tidak bisa menahannya, ..aku terlalu ingin tahu!” Kata Anggi sedih.

“Lain kali kau jangan terlalu ramah pada orang  Anggi, karena itu bisa berbahaya dan kendalikan rasa ingin tahumu itu!” Ujar Peya kesal

“Sudahlah Peya..” Kata Mela sambil duduk mendekati Anggi.

Para buah yang lain mengikutinya.

Anggi menarik nafas panjang, lalu merebahkan tubuhnya, terlentang di pasir pantai menatap langit. Teman-temannya juga mengikuti. Mereka diam, menikmati suasana pantai yang sejak semalam mereka bicarakan, tapi belum sempat mereka rasakan.

“Tidak ada yang salah dengan bersikap ramah sebetulnya, hanya saja, jika  kita sedang di tempat umum, apalagi di tempat yang tidak kita kenal, jika ingin pergi mintalah ditemani.”

Mela bicara sendiri, namun teman-temannya tahu, itu juga ilmu untuk mereka.

Peya merengut, masih kesal dengan kelakuan Anggi. Walaupun dalam hati, sebetulnya ia lega karena tidak terjadi apa-apa pada Anggi.

“Ya, aku mengerti,  setidaknya jika tersesat sekalipun, tersesatnya berdua, tidak sendirian.” Jawab Anggi.

Teman-temannya tertawa mendengar kesimpulan Anggi.

Meski masih ada sedikit rasa takut dan terkejut,  hari itu adalah hari yang paling hebat dalam hidup Anggi. Ia melihat banyak hal.

Diperjalanan pulang, ketika para buah yang lain tertidur karena kelelahan, Anggi masih membuka matanya dan terus menatap jalan. Ia berharap suatu saat bisa pergi ke pantai lagi atau ke tempat lain yang belum pernah ia kunjungi.

Tamat.

Koko si Brokoli Kribo


brokoli3

Suasana kebun sayur Pak Tani beberapa hari terakhir ini menjadi ramai. Hal ini dimulai sejak kedatangan Koko si Brokoli. Brokoli yang kribo itu, ternyata bukan sayuran yang cukup menyenangkan untuk dijadikan teman. Ia selalu merasa dirinya sebagai sayuran yang paling keren. Sejak kedatangannya, brokoli sudah bersikap sombong, ia mengatakan dirinya adalah  sayuran yang paling mahal, sehingga semua penghuni kebun sayur Pak Tani harus menghormatinya, dan memberikannya tempat khusus di ladang itu. Ia mengatakan harusnya lahan tempatnya tumbuh berada di petak paling depan, supaya lebih mudah dilihat oleh siapapun yang datang ke kebun sayur Pak Tani, karena ialah sayuran yang paling keren. Padahal, petak paling depan sudah ditempati oleh Tomi si tomat yang memang sudah lebih dulu tinggal dikebun sayur Pak Tani. Tingkah laku Koko,  juga membuat Bongki  si kembang kol, Kapa si kacang panjang dan  Worti si wortel kesal.

Koko si brokoli mengatakan ia adalah sayuran yang  banyak mengandung anti oksidan. Makanan yang sangat dibutuhkan oleh manusia supaya mereka tidak menderita kanker. Kanker adalah sebuah penyakit mematikan yang sekarang banyak diderita oleh orang-orang kota, karena mereka kurang sehat dalam menjalani hidupnya. Ia juga menghina sayuran lain yang menurutnya, tidak punya anti oksidan sepertinya, dan tidak terlalu penting bagi hidup manusia, karena tidak bisa mencegah kanker.

Para sayuran yang semula hidup damai dan saling menghormati menjadi tidak nyaman dengan kedatangan Koko. Mereka menjadi sedih dan juga marah pada kata-kata yang sering diucapkan Koko.

Suatu hari, saat Bela si belalang hinggap disalah satu daunnya, Worti bercerita pada Bela, bahwa  mereka tidak menyukai kelakuan Koko, karena Koko sombong sekali. Worti dan teman-teman para sayuran ingin sekali menegur dan mengingatkan Koko agar tidak seperti itu, tetapi tidak tahu caranya. Bela si belalang mengerti apa yang diinginkan Worti dan teman-temannya. Bela mengatakan, “Tenang saja teman-teman, aku tahu caranya supaya Koko si kribo itu bersikap lebih baik pada kalian, tunggu saja!” katanya. Lalu Bela terbang meninggalkan kebun sayur Pak Tani, entah kemana. “Mungkin ia akan menyusun rencana untuk menegur Koko”, kata Worti kepada teman-teman sayuran yang lain dengan pelan supaya tidak terdengar Koko.

Tanpa sepengetahuan teman-teman para sayuran, Bela si belalang pergi menemui Uli si Ulat, dan menceritakan pada Uli apa yang terjadi pada kebun sayur Pak Tani sejak kedatangan Koko si Brokoli.

Setelah beberapa lama tidak ada kabar dari Bela si Belalang, tiba-tiba pada suatu pagi, kebun sayur Pak Tani yang biasanya tenang, mendadak heboh. Terdengar Suara Koko seperti sedang marah-marah. Koko merasa gatal-gatal pada tubuh dan rambutnya, ia marah ketika melihat ada beberapa ulat tinggal di badan dan rambut kribonya. Ia menggoyang-goyangkan tubuhnya sambil berteriak-teriak, “pergilah ulat-ulat nakal, jangan merusak tubuh dan rambutku…pergi sana!”, katanya terus sambil bergoyang-goyang. Tetapi ulat-ulat terus berpegangan dengan erat pada tubuh Koko, sehingga koko sulit membuat mereka jatuh dari tubuhnya. “Pergi…pergi sana…jauh-jauh…jangan merusakku!….katanya. Tetapi usaha Koko tidak membuahkan hasil. Akhirnya setelah berusaha terus bergoyang-goyang sampai kelelahan, Koko menangis tersedu-sedu sambil berkata, “teman-teman, Worti, Tomi, Bongki…tolong aku, Kapa…tolong aku!”, katanya berteriak lemah karena kelelahan. “Huhuhu….tolong aku, badanku gatal sekali….huhuhu….” katanya sedih.

brokoli1

Worti, Bongki, Tomi dan Kapa ingin menolong, tetapi mereka juga tidak tahu apa yang harus dilakukan. Ketika melihat Bela si belalang terbang mendekati mereka, Worti dan Tomi  meminta Bela menolong Koko yang terserang gatal. Bela tersenyum, lalu berkata, “Aku tahu siapa yang bisa menolongnya, tunggu sebentar”, kata Bela sambil terbang menjauh. Tidak lama kemudian, Bela datang bersama Uli si ulat.

Uli si ulat kemudian berkata pada Koko, “Jadi bagaimana Koko, jika kami terus berada di tubuh dan rambutmu, apakah kau masih menjadi sayuran yang paling keren dan mahal?”

Koko masih menangis tersedu-sedu, lalu berkata, “ huhuhu….tolonglah Uli, minta teman-temanmu meninggalkanku, mereka merusak tubuh dan rambutku…aku tidak keren lagi…huhuhu…!”

Uli kemudian berkata, “Kami akan meninggalkanmu, tapi kau harus berjanji untuk berlaku baik pada teman sayuranmu yang lain dan tidak sombong lagi, bagaimana?” tanya Uli.

“Iya, iya aku berjanji, aku sudah tidak tahan lagi, aku mengerti…”kata Koko kemudian.

Tak lama kemudian, teman-teman Uli yang tinggal ditubuh Koko turun meninggalkan tubuh dan rambut Koko. Setelah semua ulat tidak ada di tubuh dan rambutnya, Koko lebih tenang dan tidak menangis lagi.

Menyadari apa yang terjadi, Koko kemudian berkata kepada teman-teman sayurannya, “Teman-teman maafkan aku ya…selama ini aku bertingkah menyebalkan, aku tidak akan menjadi keren dan mahal jika tubuhku dipenuhi ulat…maafkan aku…Pak Tani lah yang paling berjasa membuatku keren!” kata Koko sedih.

Teman-teman Koko menerima permintaan maaf Koko. Sejak saat itu mereka semua berteman baik, dan kebun sayur Pak Tani kembali damai dan tenang.

Tamat

%d blogger menyukai ini: